[Chapter 9] Who Will Win?

4.6K 591 47
                                        

Memang, posisi kereta kuda yang ditumpangi [Y/n] dan Levi masih agak jauh dari pusat kota. Namun mereka sudah bisa mendengar jelas bagaimana keributan yang dibuat oleh dua titan yang entah sedang apa itu.

Namun, suasana itu sepertinya membuat [Y/n] mendadak merasa tidak aman. Sedikit diliriknya Levi yang duduk tepat disebelahnya itu yang tetap memasang wajah datar seperti biasa.

'Bisa-bisanya dia tenang di saat-saat seperti ini! Ayolah, setidaknya tunjukkan sedikit raut wajah cemas walau itu hanya pura-pura!'

Batin gadis itu mendadak kesal sendiri melihat wajah teflon sang Korporal. Andaikan dia memiliki rasa tidak takut mati, ia sudah yakin kalimat tadi akan ia teriakkan tepat dihadapan wajah Levi.

Sebelum ia mulai melakukan ataupun memikirkan hal yang aneh- seperti mempermak wajah Korporal ini agar tidak datar lagi, ia segera menghela nafas dan menutup wajah dengan kedua tangannya.

Entah kena angin apa, Levi mendadak merangkul gadis di sampingnya ini dan membuat [Y/n] mau tidak mau merapatkan tubuhnya pada pria undercut itu. Tentu saja hal ini membuat [Y/n] memerah padam, tidak lupa dengan rasa kaget yang berhasil membuat jantungnya berdetak abnormal.

"Tenangkan dirimu. Ini bukan hal besar yang perlu kau khawatirkan." Levi berucap datar tanpa menoleh ke arah [Y/n]. Bukannya menjadi tenang, gadis itu malah semakin gelisah.

"T-tapi, jika salah perhitungan sedikit saja, bukankah hal ini akan merugikan kita juga?" [Y/n] berusaha membalas kalimat Levi. Mendengar itu, sebuah senyum meremehkan tercetak tipis di wajah sang Korporal.

"Jika itu terjadi, kuizinkan kau membabat habis wajah si Alis Tebal itu karena dialah dalang dibalik semua ini." Ujar Levi sinis dan disambut dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dari kedua manik [E/c].

'Dibanding membabat wajah Commander, aku lebih tertarik mempermak wajahmu yang menyebalkan itu.' Batin [Y/n] kesal, namun ia tidak berani mengatakannya secara langsung.

Sepanjang perjalanan menuju pusat kota, mereka kembali merasakan keheningan yang kentara. Atmosfer di sekeliling mereka kembali menjadi canggung, yang tidak berubah hanyalah lengan kekar Prajurit Terkuat itu masih melingkar di bahu [Y/n] dengan santainya.

Dor!

Suara tembakan yang begitu nyaring membuat [Y/n] refleks menutup kedua telinganya. Namun naas, bersamaan dengan hal itu, kereta yang mereka tumpang mendadak berhenti dan membuat [Y/n] kehiangan keseimbangannya. Bersyukurlah, Levi dengan cepat menangkap tubuh gadis itu dan membuatnya tidak jadi jatuh tersungkur.

"T-terima kasih..." Wajah [Y/n] memerah padam dan direspon dengan decihan pelan si Korporal.

Tanpa berdiam lama, Levi segera membuka pintu kereta kuda itu dan turun dari sana. [Y/n] yang masih dalam tahap mengumpulkan nyawa kembali dibuat terperangan ketika Korporal dengan tinggi badan 160 CM itu mengulurkan tangannya.

"Cepat turun atau aku yang akan menarikmu paksa!" Tutur Levi pelan dengan suara yang menusuk. Sontak saja, [Y/n] segera meraih tangan pria tersebut dan ikut turun dari sana.

Brakk

Suara bangunan hancur terdengar jelas tepat ketika gadis itu keluar dari kereta kuda. Matanya menatap ngeri kearah dua ekor raksasa yang kini tengah saling menyerang satu sama lain. Mendadak, pikirannya kembali dipenuhi oleh gambaran-gambaran kejadian yang ia saksikan di luar tembok.

Suara-suara ribut di sana seakan menambah suram batinnya, membuat [Y/n] memejamkan mata dan menutup rapat telinganya. Dirasakannya keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya, diiringi dengan kepalanya yang mulai pusing. Ketika ia hampir kehilangan kesadarannya, mendadak sebuah suara tinggi melengking datang menyapa gendang telinganya.

Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang