[ Chapter 20 ] Betrayer

1.3K 180 21
                                        

[Y/n] dan Levi berhasil melarikan diri dari kejaran Kenny. Sekarang, mereka berdua tengah menuju ke suatu pondok peternakan di ujung kota. Dari sana, mata [Y/n] berhasil menangkap kereta kuda yang tadi dikejar oleh regunya Kenny.

Tepat ketika mereka memasuki bangunan dengan cat dominan merah itu, teman-temannya dari angkatan 104 tengah bahu membahu mengobati luka satu sama lain. Di tengah kebingungannya, lengan Levi mendadak mendorong punggung gadis itu. Pelan memang, tapi cukup untuk membuat [Y/n] terhuyung sampai hampir terjatuh.

"Obati anak ini, kepalanya terbentur." Suara Levi seketika membuat ruangan hening. Anggap saja mereka terkejut karena sedari tadi tidak menyadari kedatangan si Korporal.

"Astaga, [Y/n]! Kau kemana saja?!" Suara melengking Sasha memecah keheningan. Seperti biasa, gadis kentang itu langsung menghambur ke arah teman seperjuangannya itu.

"Akh— Sasha, sakit..." [Y/n] mengerang pelan ketika merasakan nyeri di sekitar tulang belikatnya. Salahkan saja Sahsa yang memeluknya terlalu kencang.

Atau mungkin salahnya Levi karena beberapa waktu lalu sudah membuatnya jatuh terbanting dari ketinggian? Bisa saja ia menderita beberapa tulang retak— ah, itu berlebihan, anggap saja sekarang beberapa bagian di kulitnya mulai membiru.

"Maaf, maaf, aku memelukmu terlalu erat." Sasha yang setengah panik -dan setengah antusias- segera melepaskan pelukannya. Tanpa banyak bicara lagi, ia segera menuntun [Y/n] bergabung dengan yang lain.

Semua temannya yang ada disana menyambutnya dengan hangat. Kecuali Mikasa, teman sekamarnya yang sedari tadi memasang wajah dengan ekspresi seolah menahan amarah.

"Sasha, apakah aku melakukan kesalahan? Atau telah terjadi sesuatu?" [Y/n] berbisik pelan ketika Sasha mengobati luka di pelipisnya. Dari lirikan matanya, gadis berkuncir itu langsung tahu apa yang dimaksud oleh [Y/n].

"Biarkan saja, Mikasa sudah memasang wajah seperti itu semenjak Eren diculik tadi."

"Eh?"

Netra [E/c] itu berkilat, mencoba mengedarkan pandang dan mengabsen orang-orang yang ada di sana. Benar saja, Eren tidak ia temukan di sudut manapun. Namun anehnya, selain Eren, ia juga mendapati beberapa temannya yang lain tidak berada disana.

"Lalu, dimana yang lain? Ymir, Rainer, Berthold, lalu Krista—"

Jemari Sahsa dengan segera menghentikan bibir [Y/n] sebelum ia berbicara lebih jauh. Tatapannya terlihat serius, membuat [Y/n] menerka entah apa yang akan dikatakan oleh rekannya ini.

"Shhh, aku punya banyak gosip bagus. Kita akan membicarakannya setelah aku mengobati lukamu."

*****

Sasha memang bisa diandalkan dalam perihal mengumpulkan gosip terbaru. Sejak tadi, [Y/n] hanya bisa menganggukkan kepala sambil menyerap semua informasi -yang entah benar atau tidak- itu ke dalam kepalanya.

Dari yang ia tangkap, Ymir memanglah titan shifter. Tapi dari penuturan Sahsa, rekannya yang satu itu malah berdiri di sisi mereka untuk menyelamatkan teman-temannya. Sementara itu, Reiner dan Berthold menghilang bersama dengan Ymir di malam ketika mereka berperang dengan para Titan.

Informasi yang menarik, walau nihil kemungkinannya, [Y/n] mulai mencurigai bahwa Reiner dan Berthold memiliki keterkaitan pada Ymir. Mereke bertiga menghilang di waktu yang sama, entah apa motifnya, tapi [Y/n] yakin ada sesuatu dibaliknya.

"Lalu, bagaimana dengan Krista—"

"Hei, hei, sebentar, itu bagian terbaiknya!"

[Y/n] mengernyitkan keningnya, terlebih ketika Sasha mulai berdeham. Ia bingung apa yang dimaksud dengan "Bagian terbaik" itu. Dan tingkah temannya ini membuatnya semakin penasaran.

Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang