Gadis bersurai [H/c] ini segera menutup hidungnya ketika Kenny membuka suatu pintu ruangan. Aroma lembab dan banyaknya debu membuat gadis ini sedikit mengernyitkan alisnya. Pria jakung itu sendiri sempat terbatuk dan mengibaskan telapak tangannya akibat ada debu yang hinggap di indera penciumannya.
"Astaga, aku lupa kapan terakhir kali membersihkan ruangan ini." Gumam pria itu sembari menuntun [Y/n] masuk. [Y/n] sendiri hanya menurut, sembari kedua maniknya menjelajah ruangan itu dengan penerangan sebuah lentera.
Dari pengamatannya, ruangan ini terlihat seperti gudang. Namun benda-benda yang diletakkan disana rasanya bukanlah benda yang biasa berada di gudang.
Zirah besi, lukisan, lemari, pajangan kepala hewan. Semuanya terlihat begitu berdebu dan tidak terawat. Gadis ini akhirnya mulai bertanya-tanya, ruangan apa yang kini mereka masuki.
Akibat terlaku fokus mengamati sekitar, [Y/n] tanpa sengaja menabrak punggung Kenny yang sedari tadi sudah berhenti melangkah. Tidak ada reaksi dari pria itu, kedua kelabunya terkunci lurus ke depan.
"Lihat, Uri, putri kesayanganmu sudah kembali." Suara Kenny terdengar pelan berikut sorot matanya yang tidak lagi tajam.
Di depan mereka, [Y/n] melihat sebuah figura yang memuat foto seorang pria bersurai pirang. Dekorasi yang ada dimana figura itu dipajang terlihat seperti altar baginya.
"Siapa...?" [Y/n] rasanya begitu familiar dengan sosok itu. Namun, entah bagaimana, seperti ada suatu penghalang di dalam memorinya. Penghalang yang membuatnya tidak bisa menggali ingatannya sendiri lebih jauh.
"Ayahmu, Uri Reiss."
Sesaat, gadis itu seperti merasakan detak jantungnya terhenti. Benaknya kosong, ia tidak tahu dan tidak ingat apapun. Figur pria dalam foto tersebut sama sekali tidak bisa ia temukan jejaknya di dalam memori miliknya.
"Aku... Tidak ingat apapun..."
Ditengah kebingungannya, tawa Kenny pecah. Tawa yang terdengar mengejek sekaligus merendahkan di saat yang sama.
"Tentu saja kau tidak akan ingat. Orang itu sudah memanipulasi ingatanmu dengan kekuatan titan miliknya."
Kenny dengan santainya memasukkan kedua lengan ke saku celananya. Walau mereka masih menghadap ke arah altar, namun pria itu memicingkan matanya dan diam-diam melirik ke arah [Y/n].
"Kekuatan titan? Apa maksudnya— sebentar, aku tidak mengerti apapun." Gadis itu benar-benar pusing sekarang. Seluruh informasi yang ia tangkap rasanya tidak memiliki korelasi yang bisa ia hubungkan.
"Dulunya ayahmu memiliki kekuatan itu. Dan ketika dia akan mewariskannya pada putri dari Rod, Uri langsung mencuci otakmu."
"Tapi untuk apa?"
Kenny mengangkat bahunya sekilas. Bukannya tidak tahu, ia hanya malas menjawabnya. Peristiwa itu terlalu panjang jika harus ia ceritakan.
"Daripada kau pusing mencari tahu hal tidak berguna seperti ini, bagaimana jika aku menawarkan sesuatu kepadamu?"
[Y/n] tidak perlu menjawab untuk pertanyaan itu. Dengan memutar tubuhnya dan menghadap pria jakung itu, sekiranya sudah bisa mewakilkan ketertarikannya terhadap tawaran tersebut.
Lengan Kenny perlahan mengusak surai [H/c] sang gadis. Manik kelabunya menatap dalam seolah ingin membaca isi kepala [Y/n].
"Apakah kau ingin ingatanmu kembali?" Pertanyaan itu sukses membuat manik [E/c] itu membulat.
"Ya, tentu saja! Aku ingin mengingat semuanya! Katakan padaku apa yang harus kulakukan?" Jawaban bernada tinggi, namun di saat yang sama terdengar putus asa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]
FanficCover by: @gincerman Terjebak didalam cinta segitiga? Itu sudah biasa. Bagaimana jika terjebak dalam cinta Persegi? Antara Aku, Kamu, Dia, dan Dirinya. SLOW UPDATE! ~~~~~ All Characters belongs to: Isayama Hajime-Sensei. And this fanfiction is min...
![Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]](https://img.wattpad.com/cover/88473467-64-k926428.jpg)