13. Plus One

3K 442 119
                                        



Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-----

"Aduh, stres gue lama-lama," keluh Juli yang baru masuk ke dalam ruangan.

Giya dan Wira yang mendengar langsung mengalihkan perhatian pada rekan kerjanya itu, berharap Juli menceritakan lebih jauh maksud ucapannya.

"Mbak Gi, Mbak Wi, siap-siap aja deh dipanggil Mas Praja nanyain progress bulan ini, gue abis dimarahin abis-abisan."

"Lho? Tumben kok Mas Praja marah-marah?" Komentar Wira heran.

"Duh, ya salah gue juga sih ini lama banget dan masih aja stuck di gue, belum proses ke bagian yang lain."

"Oalah, gue juga mati dong," komentar Giya sambil menatap komputernya.

"Mati banget nih kita kalau gak menuhin KPI* bulan ini." (*Key Performance Indicator)

"Ya lo berdua ngapain aja sih?" Heran Wira.

"Mbak Wi, kalau Mbak tahu gimana rasanya dapet banyak penulis rese atau gak tahu PUEBI sama sekali pasti Mbak ngerti," keluh Juli.

"Atau dia yang mau nerbitin buku tapi dia sendiri yang susah ngasih kabar," timpal Giya yang merasa senasib.

Juli mengangguk setuju. "Selain faktor dari kita, Mas Praja tuh lagi patah hati berat, Mbak. Makanya marah-marah terus."

"Oh ya? Gue baru tahu loh Mas Praja punya cewek," komentar Wira.

"Biasanya kelihatan jomblo terus ya?" Canda Giya.

"Iya, Mbak Gi. Kayak Mbak," celetuk Juli bercanda.

"Hahahaha udah berani dia, Gi! Tahu aja Giya lagi sepi pengunjung."

"Pengunjung apaan emangnya gue dukun?!" Sebal Giya sambil tetap bercanda.

Ketiganya tertawa terbahak sampai akhirnya Juli kembali membuka suara. "Beneran lagi patah hati tahu, Mbak!"

"Katanya sih ditinggal nikah sama mantan pacarnya."

"Mantan pacar? Lho, kok galau banget? Gue kira ditinggal nikah sama pacar," komentar Wira.

"Ya kalau masih sayang mantan sih beda cerita, Mbak," jelas Juli.

"Ekhm..." Giya berdehem pelan merasa canggung. "Jadi siapa duluan nih yang mau ke ruangan Mas Praja?"

"Lo aja gimana, Gi? Jadi tumbal."

Giya memutar bola matanya sebal dan langsung beranjak dari tempat duduknya. "Doain umur gue panjang ya!"

-----

Giya duduk dan menatap Mas Praja yang sibuk membaca laporan miliknya dalam diam.

Today I Fudged UpCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang