8. Slap Him Hard

3K 426 175
                                        

-----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----

Kopi dan croissant sebagai sogokan supaya gue dimaafin.

Giya tersenyum kecil membaca catatan yang menempel di cup kopi paginya. Catatan berisi pesan dari Siya yang sekitar tiga hari ini rutin mengirimkan makanan untuk Giya sarapan ke apartemen barunya.

Giya sebenernya udah gak begitu kesal sama Siya, cuma rasanya lucu aja melihat adiknya itu ketar-ketir takut gak dimaafkan olehnya.

Padahal harusnya Siya sadar keduanya gak pernah berantem lebih dari seharian. Pasti, bagaimanapun itu caranya mereka bakal berbaikan.

Kemeja berwarna merah muda dan celana berwarna putih menjadi gaya Giya hari ini. Tas berisi laptop, charger, payung, dompet, makeup, tisu basah, tisu kering, ikat rambut, earphone, dan hand cream ia sampirkan di siku kanan, kopi di tangan kiri, sedangkan croissant dan handphone ada di tangan kanannya.

Dengan seadanya Giya menekan tombol lift sambil membuka aplikasi ojek online. Dengusan pelan ia keluarkan ketika lagi-lagi driver membatalkan pesanannya.

"Lho? Pada kenapa sih?" gerutu Giya.

"Ini sekalinya dapet, jaraknya jauh banget? Muter juga kalau ke sini," lanjut Giya sambil mengetikkan permintaan maaf karena ia akan mengcancel pesanan.

"Naik taksi sayang banget gak sih."

Tanpa sadar Giya menghembuskan napas lega menatap lift yang kosong. Bukan karena malas berinteraksi dengan penghuni apartemen yang lain, Giya cuma gak tahu harus bereaksi apa kalau ternyata ada Arsen di dalam lift.

"Kayaknya masih keburu," gumam Giya sambil menatap jam tangannya. "Tapi bentar deh, kita coba pesen ojek sekali lagi."

-----

"Hahh..." keluh Giya yang langsung melemparkan tubuhnya ke atas kursi di depan komputernya.

"Mbak Giya dari mana? Pagi-pagi udah ngos-ngosan?" sapa Juli yang sibuk memakan sarapannya.

"Dari rumah," jelas Giya singkat. "Tapi gue jalan kaki ke sini."

"Hah?! Ngapain jalan kaki sih, Mbak?!"

"Hari ini susah banget dapet ojek, Jul. Jadinya jalan aja deh dari pada kesiangan, males diceramahin Mas Praja," jelas Giya sambil mengganti sepatunya dengan sendal karet.

"Wira ketemu klien ya hari ini?" lanjut Giya bertanya sambil menyalakan komputernya.

"Kayaknya sih gitu, Mbak. Aku juga mau ketemu klien nanti jam 11."

"Sumpah ya, Mbak. Ini kita divisi paling sibuk gak sih?!" pekik Juli. "Masa ya, gue denger editor sebelah dengan santai mau team bonding nonton bareng?!"

"Bahkan weekend mau sewa villa di Puncak!"

"Kita mah mana ada waktu buat haha hihi?"

Today I Fudged UpCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang