18. Love Harder

3.7K 456 85
                                        

-----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----

And I feel at ease holding you in my arms.

Arsen lupa kapan terakhir ia bisa tidur nyenyak dan nyaman walaupun cuma sebentar seperti malam itu.

Membiarkan Giya bersandar di dadanya dengan tangan saling bertaut enggan terlepas.
Mm
Walaupun tidur di sofa ruangannya yang gak begitu luas, Arsen dalam hati mengakui ia tertidur lelap dan tenang sebelum tiba-tiba bermimpi dan terbangun di tengah malam.

Kenyataan kalau dirinya masih mempedulikan Giya membuat Arsen terganggu.

Setiap hari berperang dengan diri sendiri, mencari cara menjauhi Giya dan dalam waktu bersamaan juga gak bisa menolak perempuan itu.

Ketika tubuhnya dengan otomatis membiarkan Giya hadir, yang Arsen bisa lakukan adalah menjauhkan perempuan itu lewat kata-katanya.

Terus begitu, sampai pikiran buruk menyelimutinya. Sampai candaan Mas Hardi ia anggap serius. Sampai interaksi gak penting antara Giya dan laki-laki lain membuatnya panas.

Membuatnya meledak dan membiarkan keputusan singkatnya menguasai diri, menarik Giya sedekat mungkin yang ia bisa, kemudian menghempaskan lagi perempuan itu karena ketakutannya sendiri.

Arsen ingin mengakui semuanya, tapi bibirnya selalu berakhir merapat tanpa banyak menguar kata setiap bertemu Giya.

Meninggalkan Giya sendirian di ruangannya pun bukan membuatnya merasa lebih baik, tapi justru membuat Arsen berakhir gak bisa tidur ataupun berisitirahat sama sekali.

Rasa bersalah, cemas, dan sedih yang ingin keluar mati-matian ia tekan.

Bahkan setelah Hudaya puas memukulinya pun, Arsen cuma bisa menekan tombol lift menuju lantai 10 dan duduk di depan pintu apartemen Giya semalaman, sampai akhirnya ia mengumpulkan keyakinan untuk memencet bel besok harinya.

"Gue bukan pelacur loh, Sen."

Arsen mengepalkan tangannya erat waktu mendengar suara penuh kesedihan dari Giya.

Ia ingin membantah. Mengatakan kalau ia gak pernah menganggap Giya pelacur untuk ditiduri. Kejadian malam itu murni karena semuanya terasa tepat.

Malam itu, Arsen ingin Giya dan Giya pun sama.

"Gak kayak lo yang bingung sama perasaan lo sendiri, gue tahu perasaan gue."

"I hate that I fucking love you," ucap Giya marah.

Arsen tanpa sadar memejamkan matanya ketika mendengar pengakuan Giya. Hatinya berdesir, ingin bahagia tapi justtu malah sakit yang terasa.

"Gue benci banget karena gue masih berharap kita bisa ngelurusin semua masalah dan ada kesempatan lagi."

"Gue benci banget karena gue sempet seneng lo yang jadi laki-laki pertama gue."

Tanpa sadar, Arsen juga senang karena Giya jadi perempuan pertamanya.

Today I Fudged UpCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang