Didalam sebuah kamar bernuansa putih terbukalah mata seorang gadis dengan pandangan datarnya melihat sekeliling
chitt..pintu kamar rumah sakit gadis tersebut terbuka menampilkan wanita paruh baya dengan baju pelayannya
" non sudah bangun ?"
gadis i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akhirnya sang protagonis wanita berhasil diselamatkan, sedangkan kedua antagonis meninggal karena ditembak sang protagonisnya dan merekapun hidup bahagia selamanya.
Sedangkan peran Dita Fariza Kusuma Disini sebagai antek-antek dari sang antagonis, sehingga perannya tidak terlalu disoroti hanya sebatas membantu antagonis disaat pembulian terjadi disekolah, karena disaat penculikan antagonis tidak memberitahu kan kepada antek-antek nya, ia hanya berkerjasama dengan sang antagonis pria.
Kembali kemasa sekarang Dita mulai melakukan Terapy setiap pagi dan sore sehingga waktu terus berjalan dengan semestinya dan kondisi Dita mulai semakin membaik bahkan ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa, sehingga Dita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter
"Non apakah kita akan kembali kerumah hari ini? Apakah non senang sudah bisa kembali kerumah? Anda juga sudah bisa mulai bersekolah dan bertemu dengan keluarga dan teman- teman nona lagi."ucap bi Ina panjang kali lebar
Tapi gadis yang ditanya hanya mengangguk kepalanya sekali. Tanpa ada niatan menjawab pertanyaan pertanyaan oleh asisten pribadinya itu.
Bi Ina yang melihat respon dari nonanya hanya menghela nafasnya berat. Jujur ia masih belum terlalu terbiasa dengan sifat baru nonanya yang sangat irit bicara, sehingga membuat suasana menjadi dingin. Dulu nonanya sangat cerewet dengannya, tetapi sekarang nonanya hanya diam . Jujur ia lebih suka sifatnya yang sekarang, karena biarpun ia sedikit bicara tetapi tingkah lakunya sangat baik, tidak seperti dulu yang selalu semena-mena dan seenaknya saja.
" Non sopir sudah didepan rumah sakit mari kita kebawah non" ucap bi Ina kembali saat melihat chat dari supir taksi yang ia pesan. Untuk supir pribadi di rumahnya tidak dapat menjemput, alasannya sibuk mengantar abangnya walaupun aslinya sang supir tidak diizinkan menjemput nonanya. Bi Ina hanya bisa memanggil supir taksi untuk mengantarkan nonanya.
Gadis tersebut langsung berjalan ke mobil diikuti pelayannya, meninggalkan rumah sakit.
"Benar-benar keluarga brengsek, selama tubuh ini di rumah sakit tidak ada satupun keluarga yang menjenguknya,kasian juga ini tubuh. Memang keluarga tolol, bahkan anaknya sekarang udah mati aja gak tau. Tapi bagus juga sih, jadi aku gak harus ngadepin keluarga yang punya badan. Lagiapula aku bukan pemilik asli tubuh ini, jadi aku tidak perduli dengan keluarga nya, malas juga aku harus mengurusi masalah yang ada, mending aku bersantai dan menikmati hidup di dunia novel ini. sepertinya udara disini juga lebih segar dibandingkan tempat ku dulu deh, nyaman banget gak da polusi nya bikin ngantuk mending aku tidur ajalah" batin Dita dengan raut wajah datar menghadap jendela mobil yang terbuka.
Tidak lama kemudian sampailah mobil tersebut di sebuah mansion yang sangat besar.
"Non kita sudah sampai" ucap bi Ina Kemudian menurunkan barang-barang nonanya dengan sang sopir, kemudian memberikan uang untuk ongkos taksi tersebut Dan taksi tersebut pun meninggalkan pekarangan mansion
"Mari non" ucap bi Ina sambil sebelah tangan membawa
Next. jangan lupa vote bah👍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.