chap 20

47K 3.4K 32
                                        

POV dita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

POV dita

Karena aku merasa mulai makin gak fokus,
Aku memilih pulang.
Saat sampai rumah aku langsung pergi ke dapur mengambil wortel untuk cemilan dan susu hangat, itu memang kebiasaan ku dulu saat berada di tubuh asli jika banyak pikiran maka aku akan nyemil wortel dan kebawa dong ketubuh ini.

"Kek kelinci aja makannya wortel gak kayak gue cemilannya cilok, telur gulung dll
Jadi laper gue
Aish lupakan" author ngawur

Saat sampai di kamarnya Dita mendudukkan diri di balkon
Dan mulai berpikir tentang apa yang membuat nya gak fokus dari tadi .

"Kayaknya ne alur cerita sedikit berubah deh,
seharusnya kan yang kena kuah bakso di kantin Bella.
terus si Raffa juga, dia kan seharusnya gak peduli sama dita sampai akhir, jadi gue juga gak perlu repot seharusnya. untuk orang tua ne badan kalau menurut plotnya hari ini sampai dan sikap mereka ke Dita itu acuh gak peduli dan Dita bertingkah manja kepada kedua orangtuanya mengatakan bahwa mereka gak punya waktu untuknya tapi orang tua nya marah alasannya ya mereka kerja buat kedua anaknya apalagi Dita yang ngabisin uang paling banyak buat jalan, beli baju, make up dan lain lain. mana mau dia hidup susah, begitu penggambarannya di novel, padahal anaknya kan juga butuh perhatian bukan cuma uang . Karena sekarang yang nempatin tubuh ini gue jadi ya terserah gue mau gimana kan? Lagian juga gak kenal ortu dek e
Dan untuk kedepannya gue liat aja ne alur mau gimana.
Kalo gak da yang ganggu gue sih, gue gak bakalan peduli.

POV Dita end

Itulah isi pikiran yang membuat Dita linglung dari tadi tentu saja sambil memakan cemilannya hingga wortelnya habis

Tok tok tok

"Non orang tua non sudah sampai"ucap bi Ina dari luar pintu kamar Dita

"Iya" jawabnya

Kemudian Dita membuka pintu

"Wortel" pinta Dita kepada bi Ina yang mau meninggalkan pintu kamar nonanya

"Eh iya non nanti saya siapkan.
Dibawa kekamar atau nggak non?"
Tanya bi Ina

"Hmm" ucap Dita

"Ini maksudnya dibawa kekamar kan ya?"
Batin bi Ina agak bingung dengan jawaban nonanya
Bi Ina pun melanjutkan jalannya berniat membuat pesanan nonanya.

Sementara Dita menutup pintu kamarnya kembali.

" Dulu hidup aku biasa-biasa aja kayaknya tapi setelah berada disini hidup gue berubah ya dari yang dulu berpura-pura ceria sekarang malah nampilin sikap asli" pikirannya langsung berhenti saat mendengar pintu nya di ketok lagi
Ia pun membuka pintu dan mengambil wortel yang ia minta.

"Terima kasih" ucap Dita

"Iya non memang sudah tugas saya, saya langsung pamit ya non "
Ucap bi Ina

"Untung beneran dibawa ke kamar" batin bi ina

Dita hanya mengangguk dan kembali menutup pintu kamarnya dan kemudian duduk di kursi belajar nya.

Ice Girl [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang