Misi adalah kehidupan sehari-hari Daraya Arvia Ozig. Jatuh cinta hanya keberuntungan semata datang dari Rangga Haider Goozer.
᠁᠁᠁≪☠≫᠁᠁᠁
Start : 22 Juni 2022
Finish : 22 Juli 2022
SALAM PỔPCỔNANỔ☯!
Happy Reading 🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ
Tingtong ... tingtong ...
Suara bel berturut-turut terdengar jelas di sepanjang Rumah Keluarga Ozig. Mereka yang sebelumnya asik makan menjadi risih akibat mendengar bunyi bel yang dibunyikan berkali-kali.
Kerutan bingung dan curiga juga terpampang jelas di dahi Sekeluarga.
Dalam batin, mereka menebak kira-kira siapa dibalik ketukan pintu di tengah malam seperti gini.
Sebagai bentuk tanggung jawab seorang Kepala Keluarga, lelaki dewasa yang sudah berkeluarga ini maju menghampiri pintu.
Kaki Papa Xavier berjalan dengan perlahan ke arah sumber suara sambil diikuti Mama Evelyn di belakangnya.
Sedangkan Ellgar dan Daraya menunggu di Ruang Tamu memantau Papa Xavier dan Mama Evelyn dari belakang.
Sebelum buka pintu, mata Papa Xavier mengintip ke lubang kecil yang berada di tengah pintu untuk ketahui siapa itu.
Berhubung yang dilihat adalah sepasang suami dan istri tetangga sebelah kiri yang bernama Gilang dan Fitri, jadi aman terkendali.
Dibukalah pintu tersebut oleh Papa Xavier. Mengamati dengan jelas raut wajah tetangga mereka yang lagi gusar dan panik seperti pikirin sesuatu.
"Kenapa dengan kalian berdua? Kok kelihatan cemas gitu," heran Mama Evelyn
"Maaf ganggu malam-malam, Lyn. Kami ingin minta tolong ke kalian," seru Fitri
Mata Papa Xavier dan Mama Evelyn saling bertemu. Mereka saling natap beri jawaban. Mama Evelyn tanya ke suaminya melalui tatapan dan Papa Xavier paham maksud itu, izinkan mereka masuk terlebih dahulu.
Masuklah mereka semua ke Ruang Tamu. Di Ruang Tamu, mereka semua mulai pembicaraan.
"Gini, Lyn, kehadiran kami di sini ingin minta tolong mengenai Harun, putra semata wayang kami," ujar Fitri
"Emang anak kamu kenapa, Lang?" tanya Papa Xavier lihat Harun terakhir kali hari Minggu kemarin.
"Anak gue hilang sejak seminggu lalu, Xav." lirih Gilang