33. AMANAH KAKEK ERWIN

363 36 10
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Berdirilah kaki Daraya tepat depan Rumah Kakek Erwin, arwah kakek suci yang sempat dilihat di Goa Visla bersama Geng Varion.

"Rumahnya cukup sederhana dan suasana rumah juga enak. Positif vibe juga. Pasti keluarga dari kakek Erwin, rajin beribadah."

Tembok kiri terdapat tombol bel yang terhubung di dalam. Daraya menekan tombol besar itu gunakan jari kanan.

Seorang pria tampak berumur 26 tahun, memiliki paras anak Jaksel, rambut Bowl cut, berkulit sawo matang sedang berjalan buka pagar.

Pertanyaan pertama pria berumur 26 tahun yang terlintas ke Daraya adalah "Siapa?"

Daraya memperkenalkan dirinya dan jelaskan tujuan datang ke situ dengan sopan. "Mohon maaf mengganggu Paman, saya Daraya Arvia Ozig."

"Disini, saya diamanati sesuatu oleh kakek Erwin, untuk memberikan tasbih favorit beliau ke Cucu favoritnya." Daraya keluarin tasbih biru tua dan putih ditaruh pada telapak tangan kanannya

Daraya bertanya pastikan orang di depannya orang yang dicari sekarang. "Kalau boleh tau, apakah dengan Paman Salim sekarang?"

"Iya, itu Saya sendiri. Kamu panggil saya Kakak saja. Jangan Paman. Itu terlalu tua bagi saya." kekeh Paman Salim menolak tua. Daraya nurut perintah Kak Salim saat ini.

Kak Salim mempersilakan Daraya masuk terlebih dahulu supaya enak ngobrol di dalam dan tidak ada gosip sama sekali dari tetangga.

Daraya mengikuti dari belakang langkah dari Kak Salim.

"Oh ya, itu tasbih bagaimana bisa ada di tangan kamu? Padahal tasbih itu ikut hanyut dengan hilangnya jasat kakek waktu itu." panik Kakak Salim mengingat kejadian 10 tahun lalu yang sangat sulit dilupakan

"Kakek Erwin sendiri yang memberikan secara langsung. Walaupun gak masuk akal, itu nyatanya."

Daraya mengamati raut wajah Kak Salim yang menurutnya tidak begitu percaya dengan omongannya. Dia sudah menduganya.

DARANGGA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang