Misi adalah kehidupan sehari-hari Daraya Arvia Ozig. Jatuh cinta hanya keberuntungan semata datang dari Rangga Haider Goozer.
᠁᠁᠁≪☠≫᠁᠁᠁
Start : 22 Juni 2022
Finish : 22 Juli 2022
SALAM PỔPCỔNANỔ☯!
Happy Reading 🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ
Indra raih tangan kanan Daraya lalu gesekkan naik turun untuk hangatkan tubuh Daraya yang terasa dingin itu.
Dari arah jam 2, suara hentakan langkah kaki cepat terdengar bergerumuh di arena tempat perdebatan Daraya dan Adelia berada.
Langkah kaki tersebut terus mendekat hampiri Indra yang nampak tidak peduli dengan sekitar akibat terlalu asyik kurangi rasa dingin di tubuh Daraya.
"Indra. Pacar gue kenapa?"
Satu pertanyaan dari pacar Daraya muncul tepat di hadapan Indra. Rangga menyetarakan tubuhnya dengan Indra dan Daraya.
"Panjang ceritanya. Semua bukti ada di SD Card." Taro mengambil jaket milik Indra dan mencari kartu yang di maksud Indra. Lalu menyimpannya.
Hp Indra kembali berdering. Angkat telpon tersebut tanpa pedulikan para sahabatnya masih bertanya-tanya.
"Rangga, tolong gendong Raya. Kita harus ke Rumah Sakit sekarang. Ambulance sudah di depan."
Rangga menggendong tubuh setengah berisi tersebut ke dalam dekapannya. Mempercepat jalannya sembari tengok Daraya yang masih terpejam lemas.
Geng Varion menuju ke Rumah Sakit menggunakan satu mobil yang mereka kendarai tadi.
Namun tidak dengan Rangga. Dia memilih ikut dampingi kekasihnya di mobil ambulance. Tidak ingin meninggalkan untuk kedua kalinya.
"Sayang, kali ini aku gagal lindungi kamu. Maafin aku." batin Rangga
Rangga genggam erat tangan Daraya. Mencium kepalan tangan tersebut begitu lama. Perlahan air mata kekhawatiran turun begitu saja hilangkan sifat gentle-nya.
Geng Varion menunggu di luar ruang UGD dengan hati gelisah memenuhi pikiran maupun perasaan mereka untuk saat ini.
Mereka semua berdoa supaya keadaan Daraya membaik dan tidak ada luka yang parah. Mereka tidak bisa menerima hal itu.
Pintu ruang inap Daraya terbuka menampilkan dokter dan suster yang menangani ratu mereka. Geng Varion kompak bergerombol ke depan menghampiri Dokter dan Suster.