48. KEMANJAAN BERTAMBAH

348 42 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Geng Vairon dan Daraya lagi diskusi masalah susuk kecantikan yang sudah tidak ada habisnya selama 9 bulan lebih menghantui sekolahan.

"Kak, menurut Raya kita bisa pisahkan Genderuwo sama tuannya dengan satu cara."

"Apa itu, Ray?" tanya Dika perhatikan lebih baik apa yang ingin dikeluarkan oleh Daraya. Begitupun lainnya.

"Kita bisa bakar benda yang selama ini jadi patokan dia lakukan hal itu." Daraya menatap satu persatu mata Geng Vairon. "Raya tau di mana letak pusat itu berada."

"Kalau gak salah Kak Indra juga pernah melihatnya." Indra yang ikut disebutkan oleh Daraya, menjadi kaget. Seingat dia tidak pernah nampak apa-apa dari pria itu.

"Kapan?" satu pertanyaan yang terlontar dari mulut Indra dan tidak ada lagi pernyataan lain.

"Masa lo gak nyadar sendiri, Ndra." hardik Taro lihat Indra kebingungan. Indra geleng-geleng tidak tau.

"Waktu Kakak mau ke Ruang OSIS, kakak kan ketemu pria itu. Di leher pria itu ada kayak sejenis tanda lahir, itulah yang Raya maksud."

Indra memundurkan ingatannya tepat yang Daraya bilang. Alangkah bodohnya tidak menyadari hal itu sejak lama karena sangking persis seperti tanda lahir.

"Kak Indra pikir itu bukan apa-apa, Ray. Mangkanya kakak hiraukan." Indra tertawa malu ingat hal ini

Daraya ikut tertawa memaklumi sahabat Ellgar satu itu, "Gak papa, Kak. Lagian ya Kakak gak tau itu apa."

Taro dan Dika mendatarkan muka ternyata Indra bisa melawak juga. Rangga dan Ellgar perhatikan wajah Daraya begitu dalam.

"Kalau benda, Raya belum temukan. Kemungkinan ada di dompetnya." ragu Daraya memikirkan letak benda tersebut berada.

Rangga menarik tubuh Daraya dan ditaruh dalam pangkuan sambil berkata. "Kamu gak perlu berpikir terlalu keras untuk mencari benda itu berada. Aku yakin, pasti setelah ini dapat sendiri."

Daraya memundurkan wajahnya dengan wajah Rangga karena sangking dekatnya lalu berkata,
"Tapi kak, permasalahan ini selalu menghantui tidur aku. Mangkanya aku ingin cepat-cepat selesaikan masalah ini supaya tidur aku nyenyak."

"Jadi selama ini tidur kamu gak nyenyak? Nakal ya pria itu," Rangga palingkan wajah dari mata Daraya dan natap Daraya lagi. "Mau aku temani tidur?"

Daraya ternganga dengar spontanan Rangga pertama kali ini. Indra dkk menyeringai ternyata ketuanya bisa gitu kalau sudah bucin. Kalau seperti gini, mending ketua yang dulu daripada sekarang brutal.

Ellgar tidak setuju menghardik ketua gengnya tanpa memandang jabatan. "Lo apa-apaan ngajak adik gue tidur bareng? Sah aja belum, pakai ngajak segala."

"GAK GUE IZININ."

Rangga memandang melas kakak pacarnya, memohon untuk izinkan lakukan hal tadi. Ellgar tidak terkecoh sama sekali sama sifat Rangga.

"Kapan-kapan aja ya, Kak. Kak Ellgar gak bolehin kita." Daraya menenangkan bayi besarnya yang sekarang cemberut.

Rangga semakin menjadi menyembunyikan mukanya dari orang dengan bersembunyi di belakang Daraya. Kecewa.

"Tapi jujur kak, perasaan Daraya gak enak. Seperti akan terjadi sesuatu yang Raya sendiri gak bisa atasi."

Daraya luruskan pandangan ke bawah dengan ekspresi tidak tau akan kejadian apa.

Geng Vairon ikut terbawa suasana menyimak perkataan Daraya terbilang cukup misterius dan sedih.

"Jangan bilang gitu, Dek. Kita di sini akan selalu lindungi kamu gimanapun caranya." ucap Ellgar menenangkan adiknya lagi down

"Walaupun nyawa jadi taruhannya." lanjut Dika penuh keyakinan. Geng Vairon menyertakan dirinya ambil bagian dan setuju.

BERSAMBUNG

Terima kasih sudah mampir di cerita 'PổpcổNaNổ'. Semoga kalian suka:-). Dan sampai jumpa di chapter selanjutnya. ˁˀSee Youˁˀ.

SEMANGAT!

Buat : Selasa, 28 Juni 2022
Publik : Selasa, 19 Juli 2022

𖤓 Jadwal Update : 𖤓
• Rabu = pukul 20.00
• Jumat = pukul 18.00
• Minggu = pukul 16.00

DARANGGA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang