EXTRA PART : MASA LALU DARAYA

516 40 16
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

"RANGGA, RANGGA, RANGGA."
"ELLGAR, ELLGAR, ELLGAR."

Suara teriakan penuh dukungan terdengar berdenging di telinga mereka berdua. Mereka memanjat demi panjatan dan saling menguatkan tumpuan kaki masing-masing untuk capai batas akhir terasa lama.

Persaingan sengit diantara keduanya juga tidak membikin keduanya terpecah. Justru mereka menikmati permainan ini tanpa rasa tersaingi satu sama lain. Mereka menunjukkan gigi satu sama lain saling membagi energi capek mereka saat ini.

35 menit lamanya teman kelas Daraya menonton permainan antara Rangga dan Ellgar untuk mencapai garis finish, terselesaikan.

Pada akhirnya, pemenang dari panjat tebing ini adalah Rangga Haider Goozer. Ketua dari SMA Garuda Raksa yang teladan, tegas, dan bijaksana bagi sekolahnya.

Semua penonton menyoraki Rangga penuh kemenangan dan bertepuk tangan kagum dengan kegesitan Rangga dalam memanjat tebing berukuran sedang ini.

"RANGGA, RANGGA, RANGGA."

Anggota Geng Varion lainnya memberi tepukan ke mereka berdua dan merasa bangga kepada mereka berdua. Tanpa bedakan satu sama lain.

Ellgar salurkan satu tangan ke Rangga. "Selamat, Bro. Lo selalu terdebest dalam melakukan segala hal. Gue makin kagum sama Lo."

Rangga menerima jabatan tangan itu dengan keringat banyak di dahinya. "Terima kasih, El. Biasa aja, lo juga keren tadi." Mereka saling berjabat tangan dan senyuman tipis terukir di bibir mereka.

"Berhubung gue menang, lo izinin gue nikahin Raya saat ini juga. Satu lagi. Jangan usik gue saat ingin nempel ke Raya."

Rangga tersenyum licik perhatikan Ellgar masih menimang-nimang permintaan dirinya barusan.

"Oke deal. Gue restuin Lo menikah sama adek kesayangan gue." Wajah bahagia terukir cerah di muka Rangga. "Tapi gak saat ini juga. Tunggu adek gue lulus. Baru Lo nikahin adek gue."

Telinga Rangga yang mendengar kalimat terakhir kembali menjadi tidak bersemangat lagi. Dengan terpaksa, dia harus mengikuti dan menahan lebih lama lagi rasa memiliki Daraya seutuhnya, jenjang pernikahan.

DARANGGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang