Misi adalah kehidupan sehari-hari Daraya Arvia Ozig. Jatuh cinta hanya keberuntungan semata datang dari Rangga Haider Goozer.
᠁᠁᠁≪☠≫᠁᠁᠁
Start : 22 Juni 2022
Finish : 22 Juli 2022
SALAM PỔPCỔNANỔ☯!
Happy Reading 🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ
"Pagi Papa ... Mama," sapa Daraya di Ruang Makan terdapat Orang Tuanya dan Ellgar berada.
"Pagi, Sayang." respon Keluarga Ozig memandangi putri kesayangan di Keluarga mereka.
Daraya duduk di sebelah Ellgar sudah tidak sabar menyendokkan makanan ke mulut karena sangking laparnya.
Keluarga Ozig memakan hidangan disiapkan mama Evelyn di meja. Sampai-sampai Ellgar menambah porsi makanannya yang akhir-akhir ini hilang karena orang tuanya pergi keluar negeri selama 3 bulan.
"Ma, kapan-kapan masakin ini lagi ya, enak banget masakannya." Puji Ellgar mengelus perut sehabis diisi barusan
"Boleh banget. Tapi jangan setiap hari ya biar gak bosen," nasehat mama Evelyn terbiasa ganti lauk setiap hari
"Iya Ma gak papa, lama kelamaan Kakak bosan juga makan itu terus." Ellgar ketawa bayangkan dirinya makan itu setiap hari jadi muntah
Mama Evelyn perhatikan Daraya masih memakan menanyakan Putri satunya ingin dimasakan apa untuk besok.
"Kalian berdua besok ingin makan apa?" Mana Evelyn natap satu persatu mata kedua anaknya.
"Rendang." sahut Ellgar antusias bikin papa Xavier senyum lihat sifat anaknya tidak berubah sama sekali.
"Kalau Raya?" Daraya balikkan kepala menatap mamanya. "Terserah."
Mama Evelyn mengedipkan mengerti. Jadwalnya besok untuk masak Rendang, atas request Ellgar.
"Raya kembali ke kamar ya, Pa, Ma. Selamat malam." pamit Daraya menyelesaikan makanannya. Keluarga Ozig diam memerhatikan Daraya naik tangga.
"Adek kamu kenapa, El? Kok diam aja dari tadi," Papa Xavier bertanya ke Ellgar barangkali tau
Ellgar gerakkan bahu naik turun, "Gak tau, sikap anak itu akhir-akhir ini gak jelas kayak tadi. Nanti coba kakak tanya."
"Gak perlu, Sayang. Biar Papa aja. Sekalian Papa ingin bicara sesuatu sama adek kamu itu." Papa Xavier mencegat Ellgar hampiri Daraya. "Ma, nanti Papa tidur sama adek ya,"