Misi adalah kehidupan sehari-hari Daraya Arvia Ozig. Jatuh cinta hanya keberuntungan semata datang dari Rangga Haider Goozer.
᠁᠁᠁≪☠≫᠁᠁᠁
Start : 22 Juni 2022
Finish : 22 Juli 2022
SALAM PỔPCỔNANỔ☯!
Happy Reading 🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ
Geng Vairon dan Daraya telah sampai di Rumah Ellgar dan merayakan pulangnya Harun dengan memakan makanan manis.
Daraya melangkah ke ruang dapur untuk ambil minuman dan jajanan yang akan dihidangkan ke mereka semua.
"Harun suka es krim rasa apa? Sini pilih di kulkas," seru Daraya supaya Harun pilih sendiri rasa favoritnya
"Ini kak, rasa cokelat susu. Bolehkan?" izin Harun tunjuk rasa yang diinginkan
"Boleh dong ... yuk, kakak ambilkan. Tapi nanti Harun bawa es krim sendiri ya, tangan kakak gak muat." terang Daraya beri pengertian
"Siap, Kak." patuh Harun hormat seperti tentara dan mulai bawa sendiri es krim di tangannya
Daraya mulai membawa baki kayu yang berisi minuman dan makanan manis di kedua tangannya dengan dibantu Harun berada belakangnya.
Sesampai di Ruang Tamu, sorotan mata Geng Vairon fokus pada tangan Daraya yang membawa sekumpulan makanan.
Belum sampai 5 detik, tangan Taro sudah mencomot satu cake dan melahap penuh cake tersebut ke dalam perut yang akhir-akhir ini diisi makanan melulu.
Akibat makan terburu-buru, tukang heboh tersedak makanannya sendiri. Semua tertawa lihat Taro tersedak.
Bukannya tolongin, malah tertawa batin Taro menyedihkan.
Daraya serahin air putih yang baru diambilnya dari Dapur. Taro menerima dengan senang hati air putih pemberian Daraya barusan.
"Makasih Ray, dari perilaku barusan, gue jadi tau mana yang biadab dan mana yang malaikat," sindir Taro pasang wajah marah ke Geng Vairon
"Ye ... jangan asal nyindir lo. Biasanya dibantu juga. Terus salah sendiri ngapain makan buru-buru. Lagian makanan ya masih banyak," sungut Dika masih tertawa
"Lo kek gitu kelihatan gak pernah dikasih makan, Tar." ledek Indra nusuk ke hati. Taro natap datar Indra nahan emosi.
"Taukan bedanya lapar sama gak dikasih makan sebulan? Kalau beneran tau ... itu yang gue lakukan." ketus Taro