37. BARENGAN BICARA

347 38 18
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᚓᚓᚓᚓᚓ⚘☆⚘ᚓᚓᚓᚓᚓ

BRAK!
Suara bantingan pintu terdengar jelas di UKS.

Duo pasangan yang habis saja berhubungan menengok bersamaan untuk lihat siapa orang yang menganggu momen baru ini.

"Dek, gimana bisa kamu dilabrak sama cewek itu? Biar kakak beri pelajaran!" tanya seseorang yang ternyata Ellgar

Daraya melihat kakaknya di UKS reflek mundur 1 cm supaya kakaknya tidak curiga kejadian barusan.

Rangga melirik badan kekasihnya yang mundur, tarik pelan pinggulnya untuk mendekat karena tidak ingin jauh-jauh darinya.

"Biasa Kak, urusan perempuan. Tenang aja, kakak gak perlu balas. Kak Rangga sudah balas tadi secara keren." bangga Daraya tunjukan kedua jempol ke Rangga

Rangga menjadi malu atas pujian Daraya dan natap Daraya gemas. Tanpa ingin alihkan pandangan ke Ellgar.

Ellgar hembuskan nafas lega, "Syukur, Deh. Thanks, Ngga."

Ellgar berjalan mendekat ke sahabat sekaligus adiknya supaya lebih enak bicaranya. Tanpa memergoki tangan Rangga yang berada di pinggang adiknya.

"Lo kenapa ke sini? Gak praktek?" Rangga menyorot mata Ellgar tidak suka, telah ganggu momen berduaan dengan Daraya.

"Mata lo gak bisa santai! Gue kesini karena khawatir sama adek gue," emosi Ellgar tidak terima dengan nada bicara Rangga

"Praktek Inggris? Mudah itu mah, bisa susul." sambung Ellgar dengan nada sedikit tinggi dan natap curiga Rangga

"Terus lo ngapain masih di sini? Dekat banget pula gak kek biasanya," curiga Ellgar mengintimidasi mereka berdua

Daraya beri kerutan tajam ke Rangga bikin kakaknya mulai sadar perilaku aneh kami berdua.

"Gak ada apa-apa kok. Hanya tadi Kak Rangga bantu Raya ganti perban." tunjuk Daraya ke kakinya sama sekali belum diganti hari ini

Ellgar percayai alasan Daraya dengan begitu aja tanpa curiga sama sekali. Hati Daraya seketika tenang kakaknya percaya dengan kalimatnya.

DARANGGA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang