
Kalian baca cerita ini dimana?
-i have too many romantic fantasies and they make me sad- Anastasia Claudya Winter 🌹
***
Ann menatap gedung yang menjulang tinggi di depan. Kepalanya mendongak dengan telapak tangan yang menutupi silaunya sorot matahari siang itu.
ARC building skyscraper. Rasanya nama gedung tersebut terlihat akrab di mata Ann. A-r-c mulut gadis itu mengeja tiga huruf tersebut dan ia terkesiap mengingat nama pengirim dari surat pengelola de arce art. Rasanya Ann sudah googling terhadap pria aneh bernama Asher dan tidak ada satu pun dari bisnis Asher yang mengacu pada sebuah galeri.
Menurut pemberitaan yang Ann baca, Asher merupakan salah satu pebisnis yang amat sangat perhitungan. Ketika seseorang menawarkan kerjasama, Asher tidak segan menolak jika pihaknya merasa keuntungan yang di dapatkan terlalu kecil.
Ann berdecak, "dia memang seperti renternir."
Langkahnya terhenti ketika melihat beberapa karyawan wanita dari perusahaan tersebut yang berpenampilan cukup baik. Sementara Ann, ia melihat dirinya seperti biasa hanya mengenakan flanel yang membungkus kaos putih polosnya.
Ann memutar tubuhnya berbalik, mengurungkan niat untuk bertemu dengan Asher. Tapi sebuah ide datang di kepalanya secara tiba-tiba saat seorang pria rapi berstelan jas dengan kacamata yang bertengger pada hidung mancungnya berjalan ke arah Ann. Langkah pria itu terdengar yakin, garis wajahnya yang tegas dapat membuat karyawan perusahaan tertunduk patuh akan kepemimpinannya. Ann yakin pria itu mempunyai andil besar dalam perusahaan ini.
"Disculpe..?" sapa Ann menghentikan langkah pria itu yang melewatinya.
"Iya?"
"Apa anda salah satu karyawan dari perusahaan ini?"
"Iya benar. Ada yang bisa aku bantu?"
Ann merogoh totebagnya, mencari sebuah amplop lalu mengulurkannya pada pria itu.
"Bisakah anda sampaikan ini kepada tuan Asher?!"
Pria itu memperbaiki letak kacamatanya dengan memandang wajah Ann dan amplop itu secara bergantian.
"Apa kau mengenal Asher?"
"Iya, oh- tidak, maksudku, aku hanya mengenalnya karena telah meminjamkan uang padaku. Jadi aku bermaksud untuk mengembalikan uang ini." Ann kembali mengulurkan amplop tersebut.
Kening pria itu berkerut. "Jika memang Asher meminjamkan uang, sepertinya kau harus memberikannya langsung."
Ann terdiam menimbang, jujur saja ini bukan merupakan rencana awalnya.
"Bagaimana?"
Ann mengangguk lalu keduanya berjalan memasuki perusahaan.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Rose
БоевикWarning 🔞 Asher mengumpat, mengucap sumpah serapah ketika tubuhnya di tabrak oleh seseorang yang membuat aktivitas bercintanya berhenti. Sialan, batin Ash. Dia akan membuat perhitungan dengan orang yang sudah menggagalkan kenikmatan bercintanya it...
