RedRose 6

428 55 18
                                        

Kalian baca cerita ini dimana?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalian baca cerita ini dimana?

-Your eyes hold many riddles that stare at me in order to solve them-

***

Duduk bersandar di pepohonan yang rindang. Dengan kedua kaki yang di tekuk ke atas, Ann mulai menggambar sesuatu di sketch book yang di taruh pada kedua pahanya. Tidak jauh disampingnya seluruh isi totebag milik gadis itu berhamburan dengan berbagai alat mewarnai beserta jenis pensil yang biasa ia pakai untuk menggambar, pun dengan buku-buku yang sepertinya biografi dari para pelukis terkenal yang di beberapa halamannya tertempel sticks note.

Semilir angin musim gugur membawa dedaunan jatuh di atas kepala Ann, terselip pada untaian rambut hitam yang terkuncir asal.

"Hei.." sapa Mike yang muncul dari balik pohon lalu memosisikan dirinya bersender di bahu Ann.

Ann menelengkan kepalanya ke kanan menatap Mike dengan tajam. Tubuhnya bergeser sedangkan tangannya menoyor kepala Mike agar menjauh.

"Kau kasar sekali. Apa yang kau gambar kali ini?" kepala Mike menjulur mengintip gambar di tangan Ann. Sementara gadis itu tidak menoleh sedikitpun.

"Lotus." jawab Ann singkat. Memundurkan badannya, melihat, mengamati hasil gambar yang belum tersentuh warna sama sekali.

"Kupikir kau menggambar sesuatu yang berada di depanmu." tutur Mike. Arah pandangnya ke depan menatap hamparan luas halaman kampus yang dipenuhi orang-orang tengah berjalan. Ada juga beberapa burung yang berterbangan dengan suara kicauan yang membuat siapapun akan terkantuk bersender di batang pohon. Jauh di depan sana ada deretan pohon rimbun yang mengelilingi kampus dan jika dilihat lebih jauh lagi ada langit yang saat ini sedang cerah-cerahnya dengan segumpalan awan biru meskipun musim gugur sedang menyambut.

"Bunga yang mekar indah dari lumpur gelap dan kotor." bisik Ann yang ditunjukan pada dirinya sendiri.

Mike melirik pada Ann beserta gambar yang gadis itu buat. "Bukankah kau lebih menyukai mawar merah, tapi aku tidak pernah melihat kau menggambar atau melukisnya."

"Aku tidak mau. Bunga itu terlalu banyak menyimpan duri." tutur Ann penuh makna tersirat.

"Kau berbicara seolah-olah sangat membenci itu, padahal harummu sekarang juga dari bunga tersebut." tukas Mike.

"Ann bolehkah aku bertanya sesuatu yang pribadi?"

Tubuh Mike bergeser menghadap Ann, lututnya bersila dan sikunya berada diatas paha dengan menopang dagu. Posisi siap untuk mendengarkan jawaban yang diharapkan dapat mengaliri rasa haus akan penasarannya terhadap gadis yang ditatapnya sekarang.

"Tidak boleh." 

"Ck. Bagaimana bisa selama tiga tahun ini aku tidak tahu apa-apa tentang kau. Dimana keluarga kau, berasal dari kota mana? Sebenarnya aku tahu jika jawaban seperti itu yang akan ku dapat tapi rasanya seperti menyatakan cinta yang ditolak berkali-kali."

Red RoseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang