L

913 124 37
                                        

Double Up !

Malam ini Bella hanya sendirian di apartment saat tiba-tiba ia merasakan perutnya tiba-tiba sakit seperti kontraksi, bukan sakit yang teramat sangat hanya seperti ketika sedang menstruasi, Bella yakin ini adalah kontraksi palsu karna ia sempat membaca soal kehamilan terlebih ia baru usia kehamilan 33 minggu yang sedikit jauh dari due date-nya.

Bella sendirian didalam apartment-nya, Matteo sedang sibuk dengan perusahaannya dan memang Matteo sering lembur seelama sebulan terakhir. Ia juga tidak mau menghubungi mamanya karna mereka sekeluarga sedang menghadiri pesta pernikahan sepupunya Stephan  dan Dyana di New York dan baru akan kembali 3 hari lagi, memang keluarga Tanuwijaya semuanya berangkat ke New York untuk 10 hari, mereka enggan meninggalkan Bella terlalu lama tapi Bella meyakinkan mereka bahwa ia akan baik-baik saja yang alhasil membuat mereka semua berangkat untuk 10 hari.

Selama 1 jam Bella hanya berjalan mondar mandir di dalam kamar, kontraksi yang ia kira palsu sepertinya salah karna ia merasakan perutnya semakin nyeri dalam kurun waktu yang makin singkat, ia mencoba menghubungi Matteo tapi pria itu tidak menjawab sama sekali akhirnya Bella memutuskan untuk menghubungi pihak rumah sakit dan ia akhirnya disuruh ke rumah sakit. Bella dalam kondisi yang sama lagi, sendiri, alhasil dengan keberaniannya ia mengambil kunci mobil dan mengambil tas persalinan yang memang sudah ia siapkan jauh-jauh hari.

Bella mengendarai mobil dengan baik dan hanya memelankan mobilnya saat ia merasakan kontraksi, bukan sesuatu yang terlalu menghambat bagi Bella karna sakitnya masih bisa ia handle hanya saja ia memang memiliki perasaan tak enak yang menyuruhnya untuk segera ke rumah sakit.

Waktu yang dipakai Bella untuk sampai di rumah sakit adalah 40 menit, lebih lama dari biasanya tapi Bella tetap bersyukur bisa sampai dirumah sakit dengan selamat, ini baru menunjukkan pukul 23.30. Bella langsung berjalan dengan perlahan menuju emergency room sambil membawa tasnya, seorang suster langsung menghampiri Bella dengan cekatan begitu melihat Bella yang berjalan sambil sesekali menahan sakit.

"Nona Bella, ada apa?" Tanya suster cantik itu begitu menggapai tubuh Bella, tentu saja suster cantik ini tau siapa wanita hamil yang ia gapai ini, Bella, istri dari Matteo juga anak dari dokter Michelle dan Marcus.

"Ah, suster, kehamilan saya baru 33 minggu tapi saya sudah merasakan kontraksi, saya pikir ini kontraksi palsu, tapi semakin lama semakin sakit dan semakin sering, tidak ada tanda-tanda ketuban pecah ataupun flek darah." Jelas Bella dengan buru-buru dan napas yang tertahan karna perutnya yang semakin sakit.

"Nona masih bisa berjalan?" Tanya suster itu dengan hati-hati.

Bella menganggukkan kepala karna memang ia masih sanggup berjalan dan ia tau sebagaimana bagusnya untuk berjalan bagi ibu hamil yang sudah memasuki trimester ketiga, membantu jalannya persalinan. Akhirnya dengan dibantu oleh suster cantik itu Bella berjalan menuju lantai untuk wanita, ibu dan anak, tempat dimana ia biasa melakukan check up dengan ibunya.

"Saya Karina, suster yang akan mendampingi anda nanti, saya juga yang tadi menerima panggilan anda."  Ujar Karina, suster cantik yang sepertinya sebaya dengan Bella.

"Jangan terlalu formal, panggil Bella saja." Ujar Bella yang masih bisa tersenyum tipis. Tak lama keduanya sampai dilantai khusus wanita, ibu dan anak. Karina pun membantu Bella berjalan sambil membawakan tas milik wanita hamil itu, dengan perlahan mereka masuk ke ruangan pemeriksaan. Bella dibantu untuk berbaring di atas brankar lalu tak lama Karina memeriksa Bella secara keseluruhan, baik dari tekanan darah, detak jantung bayi, pembukaan dan ternyata Bella sudah sampai pada bukaan kelima. Dengan cekatan Karina memanggil dokter kandungan yang tengah bertugas juga membantu Bella untuk berganti pakaian dengan pakaian rumah sakit.

Bellathea (Vrene lokal) - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang