Aku sudah lelah merindu setiap malamnya.
Ombak cinta menyeretku sedalam-dalamnya.
Lalu tenggelam lagi dalam ingatan "dia".
Luka ini terasa perih sebab air mata.
Kukira aku telah melupa untuk selamanya.
Namun nyatanya, akar belum dicabut secara rata.
Masih ada sisa-sisa yang masih terjaga.
Membuat hati merana akan lara.
Aku sudah mencoba berbagai cara.
Sial, hasilnya tetap sama.
Jadi, aku mencoba menerima.
Namun diriku tak sanggup akannya.
Tuhan, aku tidak banyak meminta.
Tolong, untuk malam ini saja.
Aku ingin tidur lebih cepat dari biasanya.
Agar aku lupa akan pahitnya cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoesiaBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
