Sejengkal pun tidak boleh?
Jika begitu...
Tentang apa jalan-jalan kemarin?
Tentang apa malam kemarin?
Dan tentang apa kenangan kemarin?
Apakah hanya mekar di hatiku saja?
Sementara tandus dan hampa yang kau rasa?
Jika begitu...
Tentang apa senyuman kemarin?
Tentang apa tatapan kemarin?
Dan tentang apa cerita kemarin?
Semuanya hampa.
Tak terasa.
Bulir di mata.
Jatuh terdera.
Karena itu.
Semoga saja.
Malam ikut berdoa.
Agar saat bangun nanti, mata ini tak berfungsi untuk melihat indahnya dirimu.
Telinga ini tak berfungsi untuk mendengar suara lembutmu.
Dan semoga hati ini tak berfungsi untuk mencintaimu.
Dan semoga saja, aku tidak bertanya "Tentang apa tangisanku kemarin?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
