Dibalik tubuhmu aku berteduh.
Dari gemuruh yang terus kambuh.
Rasanya seperti akan runtuh.
Tubuhku terus berpeluh-peluh.
Tak lama terus kau suruh.
Hitungan sampai kesepuluh.
Hangat mulai tumbuh.
Subuh itu, kita saling menghangatkan tubuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
