Untuk kesekian kalinya, aku menemukanmu duduk termangu tenggelam dalam sedu
Aku menghampirimu dengan buncahan rindu
Kau menatapku seakan merayu
Lalu ku dekap kau di dalam pelukku
Saat isak sudah menepi
kau akan mulai berdiri, lalu berlari
Meninggalkanku sendiri dalam sepi
Lagi, aku hanya bisa memasrahkan diri
Dengan rasa getir di hati
Entah kapan lagi kau akan kembali
Besok pagi atau lima tahun nanti
Yang pasti, aku selalu di sini
Wahai pujaan hati
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
