Aku ingin mati saja.
Sebab tidak diperlakukan sebagaimana manusia.
Layaknya serangga, aku dianggap hama.
Lalu disiksa sampai tak berdaya.
Aku ingin mati saja.
Karena hidup bagaikan bencana.
Runtuhnya ada di mana-mana.
Dipaksa tanpa jeda.
Aku ingin mati saja.
Sebab lelah sudah adikara.
Jujur saja, aku tak kuasa.
Menahan semua selamanya.
Aku ingin mati saja.
Lagipula apa bedanya.
Tidak di sini ataupun di sana.
Aku selalu sendirian meluka.
Ah, aku ingin mati saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
