Badai menerpa.
Hujan tak kunjung usai.
Banyak pertanyaan.
Tak ada jawaban.
Berjalan sampai matahari berganti bulan.
Isak keluar hingga tubuh habis dimakan harapan.
Serangga-serangga itu diinjak.
Pintu ditutup dengan keras.
Tanah tak peduli dengan sesamanya.
Puisi mati.
Sajak terkoyak.
Kertasnya sudah basah.
Maaf Agustus, awalmu adalah akhir bagiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
