Pukul 3 pagi.
Bunga ku sudah ditelanjangi.
Namun tuan masih berkorbar api.
Desahan keras memecah sunyi.
Terdengar "ah" menggesek birahi.
Pukul 4 pagi.
Basah memancar dari banyak sisi.
Lengket kental penuh mengisi.
Sakit tubuh dihunus besi.
Berisik mengganggu bagai becahan kursi.
Pukul 5 pagi.
Bunga mawar dipenuhi embun pagi.
Sepi mati datang kembali.
Keringat basah bercucur pasti.
Hei tuan, bisakah kita bermain lagi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoetryBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
