Tak pernah lupa.
Dulu pernah bahagia.
Kini telah tiada.
Gugurnya bunga-bunga.
Secara masih ada.
Secercah rasa suka.
Yang mengikat dada.
Yang tak ke mana-mana.
Tapi ku tahu tak bisa apa-apa.
Sebab sudah ada pemiliknya.
Yang ku bisa hanyalah berdoa.
Agar mereka bahagia.
Mungkin sudah saatnya.
Bagiku membuka peta.
Mencari yang berbeda.
Agar bisa bahagia juga.
Ini adalah akhirnya.
Bagiku untuk dirinya.
Kepadanya sebuah akhir kata.
Sampai jumpa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Iseng
PoésieBerisi sajak iseng yang tertuang diantara malam dan siang. Ditulis oleh sebuah tinta yang keluar dari balik jemala. Dariku sajak sederhana.
