6. LUKA HATI ZAHRA.

1.9K 163 11
                                        

Njenengan artinya kamu.
Inggih artinya iya.
Mboten artinya tidak.
Sampun artinya sudah.
Kulo artinya aku.
Kaspe artinya singkong.
Ngapunten artinya maaf.
Saget artinya bisa.

ITU ARTI KOSAKATA JAWA, AGAR KALIAN TIDAK BINGUNG. DISINI CERITANYA, ZAHRA ITU GADIS DESA YANG AGAK KEJAWA-JAWAAN GITU.

JADI JANGAN BINGUNG.

HAPPY READING.

-

-

-

***

"Njenengan atau kulo dulu yang mandi?"

"Lo mandi di sini, gue mandi di kamar sebelah. Kelamaan nanti kalo nunggu lo mandi, gerah banget gue" jawab Albara ketus, sambil melepas jas hitam yang melekat di badan nya.

"Bi-biar kulo aja kang, njenengan mandi di sini saja." tawar Zahra.

"Nggak, biar gue aja. Lo mandi di sini, nanti kalo Mama salah paham malah ribet urusan nya." jawab Bara, tidak setuju.

"Inggih kang. Oh nggih, baju njenengan sampun kulo siapkan, itu di sana" Zahra menunjuk ke arah dua tumpuk setelan baju untuk Albara.

Namun, cowok itu tidak menghiraukan nya, membalas dengan deheman saja, tidak. Cowok itu beranjak dari sofa lalu mengambil setelan baju yang sudah di siapkan Zahra dan melenggang keluar.

Di sisi lain, Zahra tersenyum maklum. Dia memaklumi sifat dingin Albara saat ini, gadis itu percaya suatu saat nanti sifat Albara akan menghangat dengan sendiri nya. Tinggal tunggu waktu nya saja.

Albara memutar knop pintu perkali-kali, namun nihil. Pintu kamar nya tiba-tiba terkunci dari luar, dan ia tidak bisa keluar. Siapa yang iseng ngunciin sih?! Arghh sial! Umpatnya dalam hati.

Tiba-tiba, suara teriakan yang sangat Albara hafal melengking di luar kamarnya.

"Jangan harap kamu bisa keluar ya, Bara! Pokok nya Mama nggak mau tau! Malam ini kamu harus ngebut bikin baby untuk Mama! Kalo bisa sampai pagi!"

"Bikin bayi nggak semudah goreng kaspe, Mama! Ya Allah,"

"Bodo amat! Mama nggak mau tau!" decak wanita paruh baya tersebut, kemudian melenggang pergi.

Albara menghela nafas, ia lalu mencari kunci cadangan, namun kosong. Ternyata Diana juga mengambil kunci cadangan kamar nya. Cowok itu mengacak rambut frustasi, demi apapun Albara tidak mau terjebak di satu ruangan bersama Zahra.

Tiba-tiba sesuatu yang lembut menyentuh pundak nya membuat Albara berjingkat, cowok itu langsung menoleh ke belakang saking kaget nya. "Ngapain lo, nyentuh-nyentuh? Gue nggak siap ngelakuin itu!"

Zahra terkejut, gadis itu menatap Albara dengan tatapan bingung nya, "ngapunten kang. Kulo nggak bermaksud lancang, tadi kenapa Mama teriak-teriak?" tanya nya.

Albara menatap gadis itu dari atas ke bawah, Zahra sangat tertutup walau di dalam kamar. "Pikir sendiri." cowok itu berjalan melewati nya, menuju ke kamar mandi.

Beberapa detik kemudian...

"Kang, ini pintu nya kok nggak bisa di buka?"

Albara menggeram di tempat, "kalo nggak bisa di buka berarti ya di kunci, bego!"

"Yahh, berarti kulo mboten saget keluar untuk masak buat njenengan"

"Nggak usah, mending lo tidur aja."

ALBARA✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang