Zahra membuka pintu mobil, lalu berlari masuk ke rumah. Hal itu membuat Albara mengernyit bingung, dia langsung turun dan mengikuti langkah pergi nya gadis itu.
Melihat Zahra masuk ke kamar mandi, Albara menghela nafas lega, kirain ada apa-apa. Kebelet pup kali dia, batin laki-laki itu. Namun, tiba-tiba..
"Huek..huek" suara itu berasal dari kamar mandi yang baru saja di masuki Zahra. Albara berbalik arah menuju ruangan tersebut.
Tok. Tok. Tok.
"Ra, lo kenapa?" Tanya Albara di balik pintu kamar mandi yang tertutup.
Tak lama kemudian, pintu biru muda itu terbuka dan menampakkan seorang gadis berjilbab coklat muda sambil memegangi perut nya yang terasa mual tiba-tiba, "mboten kang, mungkin cuma masuk ang--"
"Huek..huek" Zahra kembali berlari masuk ke kamar mandi. Dia mencoba memuntahkan isi perut nya, namun tidak ada apapun yang keluar. Gadis itu tersiksa sendiri karena mual nya tidak berhenti.
Tanpa merasa jijik, Albara langsung masuk ke kamar mandi dan menghampiri Zahra yang berdiri di depan wastafel.
"Lo kenapa sih? Tiba-tiba mual-mual nggak jelas, ayo ke dokter, beli obat sekalian biar nggak mual-mual"
"Mboten kang, ini kulo cuma masuk angin. Njenengan nggak usah khawatir" jawab gadis itu seraya tersenyum manis.
"Apa? Gue khawatir sama lo? Gak usah mimpi!" Decak Albara.
"Udah mendingan sekarang, ke kamar terus tidur. Berisik tau nggak, huek-huek gak jelas mulu. Jijik juga dengernya" omel laki-laki itu.
"Dan ingat! Jangan nekat keluar rumah kayak tadi. Lo itu nyusahin tau nggak, untung ada gue kalo nggak gimana? Lo mati di tempat, gue nggak tanggung jawab!"
Zahra menatap sendu laki-laki itu, "nggeh kang. Ngapunten sampun merepotkan njenegan dan terima kasih tadi sudah nolong kulo tadi. Kalo njenengan mau makan, di meja makan sudah kulo siapkan. Kalo gitu, kulo ke kamar dulu" ucap Zahra, lirih. Menekan suara nya agar tidak terdengar parau.
Gadis itu menunduk dan berjalan melewati Albara. Sedangkan laki-laki itu masih diam di tempat sambil menatap kepergian Zahra dengan tatapan yang sulit di artikan.
***
Sejak percakapan di kamar mandi, Zahra sama sekali tidak keluar dari kamar nya, bahkan untuk makan malam. Entah apa yang di lakukan gadis itu di kamar nya.
Albara duduk tidak tenang di atas kursi meja makan. Kepala nya berkali-kali menoleh melihat ke arah kamar Zahra yang tertutup rapat. Albara menyendok makanan nya ke dalam mulut, rasa masakan Zahra memang tidak ada dua nya, bumbu rempah-rempah dalam masakan tersebut meresap dengan sempurna.
Zahra tidak pernah memakai bumbu jadi, setahu Albara gadis itu selalu meracik sendiri bumbu-bumbu di setiap masakan nya. Laki-laki itu selalu terkesima dengan masakan Zahra dan selalu ingin tambah.
Albara bangkit dari duduk nya, cowok itu melangkah menaiki tangga menuju kamar Zahra yang berdempetan dengan kamar nya. Satu tangan nya terangkat, mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok. Tok. Tok.
"Ra, keluar dulu,"
"Enggeh sebentar, kang" jawab nya dari dalam. Albara pikir Zahra marah karena perkataan nya tadi, namun ternyata salah.
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka menampilkan sosok gadis dengan piyama lengan panjang bergambar winnie the pooh dan jilbab biru tua.
"Nggeh kang, kenapa? Njenengan sampun makan tah? Nanti biar kulo yang cuci piring, wes njenengan tidur saja. Sebentar lagi, selesai kok setrikaan kulo"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALBARA✔
Novela Juvenil● SPIN OFF ARSENIO ● "𝚃𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛 𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐-𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐. 𝙼𝚎𝚗𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚔𝚒𝚝."-𝓝𝓪𝓯𝓲𝓼𝓪 𝓐𝔃-𝓩𝓪𝓱𝓻𝓪. L...
