Bab. 48

1K 133 46
                                    

Hai hai
Balik lagi..
🤗🤗🤗

Seperti biasa sebelum baca jangan lupa tinggalkan jejak

Voment jangan lupa

Gak usah lama lama
Langsung aja
Yuk baca
*
*
*

HAPPY READING
🥰🥰🥰
FLASHBACK ON

Saat erlang turun dari mobilnya, seorang gadis yang pagi itu mengajaknya berkenalan melihat dirinya yang berjalan memasuki area sekolah. 

" Tuh cowok bukannya yang tadi pagi gue ketemu diparkiran ya..." Ucap gadis itu. " Gue ikutin ah.. Barangkali sekarang dia mau gue ajak kenalan.. Sumpah keren banget tuh cowok... " Lanjutnya

Sambil berjalan mengikuti erlang, gadis itu tak berhenti mengagumi sosok pria didepannya.

" Sumpah... Ganteng banget parah... " Ucapnya lirih sambil terus tersenyum

Sambil mengendap endap gadis itu mengikutinya dari belakang, hingga tiba saat erlang memasuki sebuah pintu gadis itu terlihat sejenak pergi.

" Oh dia mau kesana... Gue beliin makanan ah.. Itung itung buat basa basi biar tuh orang mau gue ajak kenalan.. "

Setelah membeli makanan, tak selang lama, gadis itu kembali dengan menenteng beberapa bungkus ditangannya.

" Semoga aja tuh cowok suka... Biar gue bisa makin deket deh.. " Ucapnya riang.

Gadis itu terlihat riang saat berjalan kembali menuju ruangan yang erlang masuki. Sebelum dirinya membuka pintu gadis itu terlihat diam sejenak seperti menata kesiapannya saat bertemu erlang nanti.

" Huft..... Huah.... " Gadis itu menghelakan nafasnya kemudian membuangnya kembali.

Ia kini memberanikan hatinya untuk membuka pintu didepannya

Cklekkkkk.....

Gadis itu terpaku dan mematung sejenak. Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Lelaki yang ia kagumi tengah bercumbu mesra dengan lelaki lain yang sempat menjadi incarannya juga.

Ia sadar setelah , tak sengaja bingkisan yang tadi ditentengnya terjatuh. Dan setelahnya gadis itu pergi dengan rasa kesalnya.

" Dih... Amit amit... Ganteng ganteng ternyata sukanya sama cowok juga... Hiiiyyyy... Najis...... Huuu... " Ucapnya  sambil berjalan, sebelum berlari meninggalkan tempat itu.

Dan setelah gadis itu tiba dimobilnya ia kemudian kembali memikirkan adegan didalam ruang UKS tadi.

" Duh gue gak nyangka ih... Ternyata si kana cowok gay.. Hiyyy... Jijik gue jadinya... Kenapa dulu gue bisa suka sama tuh orang ya... Dih amit amit deh... Najisss... Liat aja pasti bakalan gue sebarin biar smua orang tahu.. Orang yang mereka puja dan anggep sebagai pangeran sekolah ternyata cuma pangeran banci. Hiyyyy gay... Homo menjijikkan... " Ucapnya

( boleh gak sih nih orang gue cakar mukanya... Trus tuh mulut gue uleg pake ulekan cabe ... Greget deh...)

Pagi ini semua siswa mendapatkan pesan diponselnya, tak terkecuali anak anak dikelas kana. Ada yang mendapatkan pesan itu langsung dari sang pengirim pesan ada pula yang hanya meneruskan pesan tersebut kepada teman temannya.

Hal ini menjadi pembicaraan hangat diantara para siswa, pasalnya siapa sih yang tidak mengenal kana... Sosok yang banyak kaum hawa puja karena ketampanan parasnya. Ia juga terkenal pandai namun agak sedikit bandel.

Beberapa siswa kini mulai berbisik bisik membicarakan hal ini. Ada yang percaya dengan berita tersebut, dan ada pula yang hanya cuek dan tak ingin peduli.

𝙎𝘼𝙉𝙂 𝙋𝙀𝙒𝘼𝙍𝙄𝙎 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang