Sementara Jungkook masih berada di ruang Bu Ara, Jaehyun, Yugyeom dan Mingyu kini sedang bersama Pak Minho, seorang staf disipliner.
Mereka berada di dalam Aula pertemuan 3. Aula paling kecil yang ada disekolah itu untuk menyambut hukuman mereka siang hari ini.
Pak Minho kini membagikan sapu dan kain lap untuk tiga anak tersebut.
Ya, siang ini Jaehyun, Yugyeom dan Mingyu akan menjadi petugas kebersihan aula dadakan.
Bagi Mingyu hal ini bukan sesuatu yang besar karena dirumahpun ia sudah terbiasa membersihkan kamarnya sendiri.
Namun berbeda halnya bagi Jaehyun atau Yugyeom.
Jika saja ada semut lewat, pasti semut itu akan menertawakan raut kesal di wajah kedua anak itu saat menerima dengan canggung sapu dan kain lap yang bahkan dirumahpun mereka tidak pernah menyentuhnya.
"Yugyeom, Kamu sapu bagian pojok kiri" perintah Pak Minho.
Tanpa berkata apapun dengan wajah cemberut Yugyeom segera beranjak dari sana. Lalu tangan Pak Minho menunjuk kearah Mingyu.
"Kamu sapu bagian tengah ya, Mingyu"
"Baik, Pak" jawab Mingyu sambil membungkuk sopan lalu segera pergi melaksanakan tugasnya.
Melihat sikap sopan Mingyu, Pak Minho pun tersenyum senang namun raut wajah beliau berubah datar ketika harus menghadapi si anak dengan ekspresi paling dingin, Jung Jaehyun.
"Kamu sapu bagian pojok kanan ya, Jaehyun" ujar Pak Minho.
"Memangnya harus?" tanya Jaehyun.
"Kayaknya saya ga perlu ulangi perintah Wakil Kepala Sekolah kan?" jelas Pak Minho.
"Itu kan Wakasek yang ngomong. Bukan Kepala Sekolah" jawab Jaehyun.
Yugyeom dan Mingyu yang sedang menyapu lantai langsung melirik kearah Jaehyun yang telah berani bersikap tidak sopan tersebut.
"Memangnya ada bedanya?" tanya Pak Minho.
"Tentu saja ada. Pak Kepsek itu dipilih karena rekomendasi kelompok pemegang sahamnya Papa. Coba aja telfon dia dan tanya berani ga dia suruh saya jadi cleaning service" ujar Jaehyun dengan arogan.
Persis seperti tabiat sahabatnya, Cha Eunwoo.
Menanggapi itu Pak Minho hanya tersenyum kemudian menjawab dengan sabar.
"Kalo gitu kenapa kamu ga coba telfon Papa kamu aja sekarang supaya Papa kamu yang ngomong sendiri ke Pak Kepsek buat batalin hukuman kamu?" tantang Pak Minho.
Dengan kesal Jaehyun melempar sapu yang ia pegang ke lantai lalu mengambil ponsel di saku celananya.
"Sial! Ga ada ceritanya aku jadi babu. Lihat aja!" umpatnya dengan geram.
Tidak sampai 1 menit Jaehyun sudah tersambung dengan Papanya.
"Ya, ada apa Jae?"
"Pa, Papa udah tahu belom siang ini ada kasus apa?"
"Iya tahu. Udah sana nyapu, ngelap meja"
"Hah?"
"Pak Wakasek udah telfon Papa. Katanya hukumanmu diperingan. Yang harusnya lari keliling lapangan jadi bersih-bersih Aula. Enak kan masih dingin ada AC nya? Udah ya Papa mau meeting, Bye!"
Klik.
Dan ketika sambungan telepon ditutup, memerah lah pipi Jaehyun saat itu juga.
Entah apakah karena canggung atau malu, tetapi yang pasti itu juga karena tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
