19. Serpihan Puzzle

2.8K 290 62
                                        

Buat menemani hari minggu kalian

Enjoy...

.

.

.

Yejin dibuat terkejut saat sebuah tangan menyentuh bahunya.

"Bunda.."

Si sulung muncul dihadapannya dengan wajah khawatir.

"Bunda kenapa nangis?" tanya Seokjin yang kemudian duduk disebelah ibunya.

Bukannya menjawab, Yejin justru bertanya. "Adek udah tidur?"

"Iya udah. Bunda kenapa?" tanya Seokjin lagi.

Yejin hanya bisa menggeleng sambil kembali menghapus sisa airmatanya.

"Khawatir penyakitnya adek?" tanya Seokjin.

Lagi-lagi hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban.

"Terus kenapa?" tanya Seokjin.

Wanita itu lalu menatap putra sulungnya dan mulai berbicara meski dengan suara yang parau.

"Bunda ga bisa lihat kamu kayak gini terus, Kak..."

Seokjin yang langsung tahu maksud dari perkataan Ibunya, hanya tersenyum tipis sembari memberikan usapan lembut di bahu sang ibu.

"Bunda, aku kan selalu bilang kalau aku ngga apa-apa"

"Kamu mungkin bisa ngomong kayak gitu. Tapi Bunda yang ga bisa, Seokjin! Lama-lama Bunda tersiksa lihat kamu terus berkorban setiap hari demi...demi..." Yejin mendadak begitu emosional hingga tidak mampu melanjutkan kalimatnya.

Melihat hal itu Seokjin segera memeluk Ibunya dan mencoba menenangkannya.

"Bunda, udah ya Bun. Kalau ngomongin hal ini bisa panjang. Aku harus balik ke kantor dan adek masih butuh Bunda di dalem. Ga baik kalau dia lihat Bunda kayak gini"

Yejin tahu apa yang dikatakan Seokjin memang benar.

Tidak ada pilihan lain bagi Yejin selain mengambil nafas dalam untuk kembali menenangkan diri.

"Ya udah kamu balik ke kantor sekarang" ucapnya setelah kembali tenang.

"Oke, aku tinggal ya Bun" pamit Seokjin.

Untuk beberapa saat, Yejin masih terduduk di kursinya. Menatap nanar punggung si sulung yang menghilang di balik lorong.

Hingga terbersit tanya di hati Yejin apakah lebih baik jika rahasia yang tertutup rapi selama bertahun-tahun ini terungkap agar tidak ada lagi yang menderita karenanya.

.

.

Setelah tertidur pulas beberapa jam, Jungkook pun terbangun tepat di jam makan siang.

Namun Yejin dibuat pusing ketika anak itu kembali ngambek setelah mengetahui bahwa Kakak Seokjinnya tidak ada bersamanya.

"Adek, udah ya ngambeknya. itu gimana bisa nafas kalo badannya ditutupin selimut sampe kepala kayak gitu?" tanya Yejin.

Jungkook tidur dalam posisi memunggungi Yejin dengan seluruh tubuh ia tutupi selimut.

"Masih bisa nafas kok" jawab Jungkook ketus dibalik selimutnya.

"Kakak kan harus balik kerja. Dia ga bisa bolos seenaknya, dek" ujar Yejin.

Sret.

Tiba-tiba Jungkook membuka selimutnya lalu menoleh kearah Yejin.

CRAYON ( Revisi )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang