Hari pertama skorsing...
Jungkook sudah rapi dengan baju seragam olahraga dan sekarang sedang duduk di meja makan menghadap Seokjin yang menjelaskan kegiatannya hari ini sembari anak itu menikmati sarapannya.
Hanya sepotong roti panggang dan segelas susu, sesuai permintaannya.
"jam pertama, pelajaran olahraga. Adek buka situs web sekolah pilih yang senam aerobik terus ikuti rekamannya. Diruang tengah aja olahraganya" jelas Seokjin.
Ia menyodorkan perangkat tablet miliknya kearah Jungkook yang langsung menerimanya dengan senyum lebar.
"Waah. Nanti siang waktu istirahat aku boleh main game pake tablet ini, Kak?"
"Ga boleh. 3 hari ini main game sama main sepeda di taman apartemen juga kena skors. Selesai tugas sekolah, mandi, makan terus tidur" tegas Seokjin.
Senyum lebar yang tadinya menghiasi wajah Jungkook langsung pudar berganti dengan raut sedih.
"Bunda tolong nanti tabletnya langsung diambil begitu selesai ya? Sama ponsel adek disita dulu ya, Bun" lanjut Seokjin.
Ayah dan Bunda yang ada di meja makan hanya bisa bertukar pandang.
Sebenarnya mereka tidak tega melihat Jungkook.
Tapi disaat seperti ini lebih bijaksana bagi mereka jika tidak ikut campur karena jika mereka menegur ketegasan Seokjin lalu membela Jungkook, hal itu akan membuat Jungkook tidak lagi merespek Seokjin.
"Iya" jawab Bunda.
"Setelah pelajaran olahraga, kerjakan tugas Matematika sama Bahasa Korea. Ini daftar tugasnya" kata Seokjin sambil menyodorkan selembar kertas berisi tugas untuk Jungkook.
Dengan lesu Jungkook mengambil kertas itu.
"Setelah pelajaran olahraga, harus ganti seragam sekolah ya?" tanya Jungkook.
"Iya dong. Kayak biasanya di sekolah gimana" jawab Seokjin.
Kemudian pria itu mengambil selembar kertas lain dan kembali menyodorkan kearah Jungkook. "Ini kegiatan setelah istirahat makan siang"
Dan ketika Jungkook menerima kertas yang kedua, matanya pun membelalak.
"Membersihkan kamar, Cuci tas sekolah sama cuci sepatu??!" pekiknya.
"Iya. Kenapa emang?" tanya Seokjin dengan raut wajah yang sengaja ia datarkan.
Jungkook yang menjadi gentar dengan wajah datar itu hanya bisa kembali menunduk. "Ngga apa-apa kok"
Kemudian Jungkook menoleh kearah Bunda. "Bunda, nanti ajarin adek cuci tas sama cuci sepatu ya?"
2 hal itu kebetulan memang belum pernah mereka ijinkan untuk Jungkook lakukan karena khawatir nantinya Jungkook bukannya mencuci perlengkapan sekolah tapi malah bermain air.
Bunda yang duduk disebelahnya mengulurkan tangan dan memberikan usapan lembut di pipinya yang cukup membuatnya tenang.
"Iya dong, pasti Bunda ajarin" jawab Bunda.
"Ya udah, aku berangkat kerja dulu ya Yah, Bun, nanti tolong jangan lupa Bunda fotoin setiap sesi buat laporan ke Bu Ara" kata Seokjin.
"Iya" jawab Bunda
"Hati-hati di jalan" jawab Ayah.
Beranjak dari kursinya, Seokjin melewati Jungkook begitu saja.
Tidak ada kata pamit atau usapan disertai kecupan di pucuk kepala seperti biasanya dan hal itu mengusik emosi Jungkook yang merasa diabaikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
