Di balkon kamar Jungkook...
Setelah cukup lama terdiam dalam keheningan, Jungkook kemudian membuka suaranya terlebih dahulu.
"Pantesan waktu pertama lihat kamu, aku tuh kayak ngerasa pernah ketemu kamu gitu, Nu"
"Sama. Aku juga ngerasa kayak gitu"
"Setelah kita kepisah karena beda ambulans, kamu gimana setelahnya?"
"Aku rawat inap dirumah sakit, tapi malem itu aku sama sekali ga bisa tidur. Badan aku sakit semua kayak aku ikut ngerasain apa yang dirasain Youngwoo. Waktu itu semua orang bilang Youngwoo sedang ngejalanin operasi selama beberapa jam" jawab Eunwoo sambil tersenyum getir.
"Astaga...kamu pasti khawatir banget kan?"
Eunwoo mengangguk. "Banget. Sampai akhirnya besok pagi, Oma Opaku dari pihak Papa datang dan bawa aku keluar rumah sakit menuju ke rumah duka. Disana aku baru tahu kalau Youngwoo ternyata udah ga ada satu jam setelah selesai dioperasi"
Jungkook lalu mengusap bahu Eunwoo. "Nu, kalau ga mau lanjut cerita juga ga apa-apa kok. Pasti berat banget buat kamu kan?"
"Ga apa-apa. Biar kamu tahu semuanya" jawab Eunwoo yang kemudian melanjutkan penuturannya.
"Sejak hari itu Mama Papaku pisah, dan mentalku semakin terpuruk, Jungkook. Aku suka tiba-tiba histeris, ngamuk dan nangis tanpa alesan. Aku udah hampir gila sampai akhirnya aku dibawa ke Amerika untuk berobat dan tinggal disana sampai lulus SD"
"Jadi kamu baru aja kembali dari Amerika?"
Eunwoo mengangguk. "Butuh 2 tahun buat aku sembuh dan berani kembali kesini. Tapi cuma satu yang sampai sekarang masih jadi trauma"
"Apa itu?" tanya Jungkook.
"Darah. Sampai sekarang aku ga bisa lihat darah. Pasti aku langsung lemes terus pingsan kayak waktu mimisan gara-gara hidung aku kena lempar sepatu kamu dulu tuh"
"Nu, maaf ya. Aku ga tahu kalau kamu punya trauma itu" jawab Jungkook dengan penuh penyesalan.
Puk. Puk.
Eunwoo menepuk pelan pucuk kepala Jungkook sambil tersenyum. "Ga apa-apa. Waktu itu kan memang aku yang salah karena udah lancang menghina Ayah sama Bunda. Karma sih itu buat aku hehe"
Keduanya pun tertawa geli mengingat peristiwa itu lagi. Tidak ada lagi dendam atau amarah. Sebaliknya, yang ada hanyalah betapa konyolnya kenangan di masa mereka masih menjadi 'musuh'.
"Di Amerika juga aku kenal Jaehyun, terus kita sama-sama berencana pindah ke Korea buat ngelanjutin sekolah disini"
"Oh pantesan kamu deket banget sama si wajah es itu" kata Jungkook dengan nada sedikit meledek.
"Eh, Jaehyun tuh baik tau. Kamu aja yang belum kenal" jawab Eunwoo.
Ddrt....
Jungkook yang mendengar ponselnya bergetar, langsung mengambil ponsel yang tergeletak disampingnya itu dan melihat sebuah panggilan masuk.
"Mingyu telfon. Bentar ya" ujar Jungkook.
'Iish..Lagi-lagi Mingyu. Gangguin mulu!' gerutu Eunwoo.
"Eh, Mingyu tuh baik tau. Kamu aja yang belum kenal" jawab Jungkook persis seperti kalimat Eunwoo tentang Jaehyun.
Melihat Eunwoo masih ingin menjawab karena tidak terima, Jungkook mengulurkan telapaknya untuk menutup mulut Eunwoo lalu mengangkat telefonnya.
"Ya, Gyu"
"Dimana?"
"Dirumah"
"Aku jemput ya sekarang, Kookie"
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
Fiksi PenggemarDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
