34. Kursus Dan Hadiah

2.4K 287 31
                                        

Masih dalam gendongan koala Seokjin, Jungkook mendengarkan baik-baik penjelasan Seokjin.

"Kursus tadi nawarin diskon sebesar 50% selama setahun" jawab Seokjin.

"50%??" tanya Jungkook.

Kini mereka menyusuri trotoar menuju restoran ayam goreng yang berada tepat disamping gedung apartemen.

"Iya. Khusus buat kamu, 2 bulan pertama dapet Free Trial. Jadinya gratis selama 2 bulan" tambah Seokjin.

Mata Jungkook tampak semakin membulat dan Seokjin bisa melihat dengan jelas mata besar itu berbinar indah dibawah terangnya lampu jalanan.

Mata bulat nan indah yang setiap hari membuat Seokjin tidak bisa melupakan sosok wanita yang mewariskan mata itu kepada Jungkook.

Wanita yang tetap mendapat tempat paling istimewa di hati Seokjin dan membuatnya tidak pernah bisa berpaling untuk menjalin kisah yang baru dengan wanita yang lain.

"Kenapa?" tanya Seokjin saat melihat Jungkook masih diam ternganga menatapnya.

"Kak, jangan-jangan yang nelfon tadi itu tindak penipuan lagi" jawab Jungkook dengan mimik serius.

Dan Seokjin pun menghela nafas dalam melihat Jungkook lagi-lagi tampil dengan imajinasinya yang random. "Jadi detektif lagi kan?"

"Eh swkarang tuh banyak penipuan kan kata Bunda"

"Penipuan apa sih dek? Lembaga resmi kok dibilang penipuan.."

Akhir-akhir ini, Jungkook seringkali berimajinasi serta bernalar akan banyak hal termasuk banyak bertanya kenapa begini dan begitu.

Hal ini juga yang membuat Bunda hari ini dibuat pusing saat lagi-lagi mendapat protes dari Jungkook ketika dirinya masih saja keceplosan memanggil Taehyung dengan panggilan adek karena menurut Jungkook hanya dia yang paling berhak mendapat panggilan itu.

Dari pengamatan Ayah, perubahan sikap Jungkook yang menjadi semakin kritis dan ingin tahu banyak hal, itu dikarenakan Jungkook hendak memasuki masa puber.

Mengingat hal ini, Seokjin jadi tidak bisa menahan senyumnya. Sungguh ia tidak pernah membayangkan jika diusianya yang bahkan belum genap 30 tahun, ia sudah akan memiliki seorang anak remaja.

"Kenapa senyum-senyum?" tanya Jungkook saat melihat Seokjin tiba-tiba tersenyum sendiri.

Dan senyum Seokjin pun langsung sirna. "Hah? E-engga kok. Ga kenapa-napa" jawab Seokjin panik.

Untuk menutupi kepanikannya, Seokjin lalu menurunkan Jungkook dari gendongan koalanya. "Ayo turun, Kakak bisa encok gendongin kamu lama-lama"

Begitu diturunkan dari gendongan, Jungkook yang tidak lagi menaruh curiga kepada Seokjin langsung berlari kegirangan menuju restoran terlebih dahulu.

"Eh ga pake lari ya! Dek..." seru Seokjin.

.

.

Di dalam restoran...

Jungkook memakan makanannya dengan lahap sementara Seokjin duduk disampingnya menikmati segelas besar milkshake rasa chocolate.

"Dimana tempat kursusnya?" tanya Jungkook melanjutkan pembicaraan tentang kursus tari yang sempat terhenti.

"Di Gangnam. 30 menitan kayaknya dari sekolah kamu" jawab Seokjin.

"Hari lesnya gimana?"

"Lesnya sekali seminggu. Adminnya bilang terserah mau ambil hari apa, bisa dicocokkan kalo pas ga ada kelas tambahan disekolah"

CRAYON ( Revisi )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang