40. Proyek tamu elit

2.9K 312 27
                                        

"Jaehyun? Ngapain kamu kesini?" Ujar Jungkook dengan mata bulatnya yang terbuka lebar karena begitu terkejut.

Tentu saja Jungkook tidak pernah menyangka jika teman akrab Eunwoo yang selalu bersikap dingin terhadapnya itu akan muncul dirumahnya. Lebih tepatnya muncul diambang pintu kamarnya!

Ketika mendengar nama Jaehyun seketika ingatan Seokjin membawanya pada hari dimana Jungkook diantar pulang oleh Eunwoo dan teman-temannya setelah Eunwoo mengajak Jungkook pergi makan di Cheongdam sepulang sekolah.

"Ooh ini Jaehyun yang bukain pintu mobil pas nganterin Jungkook pulang dari Chrongdam itu kan?" Tanya Seokjin sambil mengamati wajah tampan remaja tinggi langsing yang masih berdiri di ambang pintu itu.

"Iya Ka, selamat malam.." sapa Jaehyun drngan nada yang sangat percaya diri sambil membungkuk sopan.

"Halah sok sopan banget. Padahal di sekolah jagoan.." gumam Jungkook lirih sambil memalingkan wajah dengan raut malas.

Tuk!

"Aakkh!" Jungkook memekik ketika ponsel miliknya yang ada di tangan Seokjin menyapa keningnya. Jaehyun pun tak bisa menyembunyikan senyumnya ketika melihat Jungkook meringis kesakitan sambil mengusap-usap keningnya setlah ditimpuk ponsel oleh Kakaknya.

"Jadi tuan rumah yang bener! Bagaimanapun tamu harus disambut dengan baik" peringat Seokjin.

"Sakit tau!"

"Makanya bicara yang baik" tegas Seokjin sebelum laki-laki itu kemudian mengambil kursi dari meja belajar Jungkook dan menempatkannya di tepi ranjang Jungkook. "Masuk Jae, sini duduk" ajak Seokjin

Jaehyun lalu melangkah masuk dan sebelum duduk anak itu kembali membungkuk sopan kepada Seokjin. "Terimakasih, Ka"

Seokjin tersenyum sambil mengangguk-angguk. "Ya, Sama-sama. Emang beda ya kalo dari kasta bangsawan. Sopan santunnya patut diacungi jempol. Ga kaya Jungkook yang barbar"

"Kak tolong ya.." ucap Jungkook dengan raut malas.

Tanpa menanggapi perkataan Jungkook, Seokjin pun berpamitan lalu keluar kamar.

"Ngapain kesini?" Ketus Jungkook sambil menatap Jaehyun sengit.

"mau ajakin kamu kerjasama buat satu proyek besar" jawab Jaehyun to the point.

"Proyek? Proyek apaan?"

"Proyek kompetisi menari satu distrik 3 bulan lagi"

"Haa? K-kompetisi menari?"

Kemudian tanpa aba-aba dan tanpa permisi, Jaehyun bangkit dari kursi lalu duduk diatas ranjang Jungkook. Tepat dihadapan Jungkook sambil melipat kakinya.

"Eh-eh-eh, Siapa suruh kamu duduk disini?? gak pake permisi! Lancang banget sih?" omel Jungkook.

"Ck! Tempat tidur gini doang harus pake ijin. Kalo rusak, malem ini juga aku beliin yang lebih mahal" jawab Jaehyun.

"Tuh kan! Ka Seokjin tuh tertipu. Kamu datang kesini tuh mau ngajakin ribut. Aktingnya doang sok sopan"

"Nyenyenye..." ledek Jaehyun membuat Jungkook semakin naik pitam.

"Turun!" Duduk di kursi!"

"Engga ah, enakan juga disini" jawab Jaehyun yang kini malah beranjak duduk disamping Jungkook. Bersandar di sandaran ranjang sama seperti Jungkook.

"Eehh, eh, eh makin ga tau diri nih anak!" Seru Jungkook.

"Duuh ini selimutnya halus bangett. Jadi ngantuk" bukannya menghiraukan Jungkook, Jaehyun malah mengusap-usap selimut berwarna ungu pastel yang menutupi kaki Jungkook. "Kamu suka warna ungu ya Jungkook?"

"Bukan urusannu!"

"Eeeyyy...Galak banget sih?"

"Jae, serius deh. Ini kita belum sedeket itu ya sampe kita duduk sebelahan di kasur kek gini"

"Ya berarti mulai hari ini kita jadi temen deket"

"Ga ada! Aku masih dendam ya. Sok-sok an aku di interview di hari pertama sekolah. Inget gak peristiwa 'perkenalan' di taman itu? Itu termasuk pembullyan tau!"

"Iya deh maaf. Tapi kan setelah itu aku ga pernah lagi jahatin kamu, Jungkook. Justru aku sering bantu Eunwoo supaya dia bisa ajakin kamu makan bareng di sekolah atau pergi main bareng diluar. Ya ngga?"

Jungkook hanya diam sambil menghela nafas panjang. Memang benar ucapan Jaehyun. Belakangan setelah anak itu tahu bahwa Eunwoo dan Jungkook adalah teman di masa lalu, sikap Jaehyun pun berubah baik meski ia tahu Jungkook bukan dari kalangan atas seperti mereka.

"Yaudah cepetan mau ngomong apalagi, Setelah itu buruan pulang!" Ketus Jungkook sembari memeluk boneka kepala kelinci berwarna pink.

'Astaga gemes bangeet, Dia masih meluk boneka. Mana warna boneka kelincinya pink!' Batin Jaehyun.

"Ngapain ngelihatin boneka aku? Pengen ya?" tegur Jungkook yang langsung membuyarkan lamunan Jaehyun.

"Idih! Mendingan juga maen sepeda daripada maen boneka!" jawab Jaehyun. "Ehm! Aku denger kamu kursus nari di Hope Dance Academy ya?" Jaehyun seketika mengesampingkan perasaan gemasnya dan memulai percakapan.

"Iya. Aku baru aja les disana, dan sekarang leherku luka, jadi pasti aku harus absen. Iish, ngeselin banget! Padahal lagi seru-serunya belajar" jawab Jungkook dengan raut sedih. "Lho, Tahu darimana aku les disana?" lanjut Jungkook yang berubah rautnya menjadi  terkejut.

"Dari Eunwoo"

"Ooh. Kamu juga les disana?"

"Pengennya sih tapi gabisa"

"Lho, Kenapa?"

"Waktu kelas 5 pas liburan musim dingin di Swiss, aku kecelakaan waktu main ski. Tumit kananku ototnya robek dan dokter bilang aku ga bisa nari lagi. Kalopun dipaksa nari, pasti cederanya bakalan kambuh"

"Astagaa" gumam Jungkook sambil melihat tumit yang ditunjuk oleh Jaehyun.

"Saking sedihnya, Sebulan aku sampe ga nafsu makan. Akhirnya Mommy bilang kalo aku lebih baik mendalami les piano aja sebagai gantinya dan aku akhirnya setuju"

Yang ada di raut Jungkook kini bukan wajah cemberut namun ekspresi prihatin karena Jungkook tidak menyangka Jaehyun memiliki pengalaman sepahit itu. Jungkook tidak bisa membayangkan bagaimana jika itu terjadi pada dirinya. Pasti ia akan sangat terpuruk jika sampai divonis tidak bisa menari lagi.

"Kamu pasti sedih banget kan? Kalo itu terjadi sama aku mungkin aku bakalan jauh lebih putus asa dari kamu karena ga bisa lagi melakukan hal yang paling aku sukai" ucap Jungkook.

"Udah ga usah sok care, tadi katanya bukan temen deket"

Dan wajah empati Jungkook pun lenyap, kembali berganti dengan raut cemberut.

"Kamu tuh emang ngeselin ya? Aku tuh ga sok care tapi aku memang sedih denger cerita itu, ngebayangin kalo itu terjadi sama aku kaya gimana" jawab Jungkook  kesal.

"Iya-iya, becanda doang. ga usah tantrum" Jawab Jaehyun. "Meskipun ga mudah, tapi Aku udah ikhlas ko kalo gak bisa nari lagi. Toh aku ternyata juga suka banget main musik" lanjutnya.

"Syukurlah kalo gitu: Terus maksud kamu tadi proyeknya kaya gimana?" Tanya Jungkook dengan nada yang mulai terdengar tidak ketus lagi.

Bersambung

CRAYON ( Revisi )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang