Gwangan-dong, Distrik Suyeong
Pinggiran kota Busan
.
.
Sekitar pukul 4 sore, di bulan Maret..
Taehyung kecil yang baru memulai tahun ajaran baru di kelas 4 SD, berjalan riang sepulang sekolah bersama beberapa teman dengan jarak sekolah yang hanya 10 menit dari rumah.
"Aku pulang dulu ya!" ucap Taehyung sesampainya di depan pagar rumahnya.
"Kita ketemu di lapangan lanjut main sepeda ya, Tae" ujar salah satu temannya.
"Oke!" jawab Taehyung.
Sesampainya di depan pintu rumah dengan cekatan Taehyung melepas sepatunya. Hanya sepatu sederhana yang sudah mulai menipis bagian solnya.
Kemudian ia merogoh tas untuk mengambil kunci dan membuka pintu.
"Adek pulaaang!" seru Taehyung.
Bukan, itu bukan seruan untuk memberitahu orang rumah tentang kedatangannya. Tapi untuk menghibur dirinya sendiri seolah tidak ada yang berubah dirumah.
Setahun belakangan, Bunda -Jung Yejin- tidak lagi menyambutnya sepulang sekolah karena harus bekerja di sebuah kedai makanan untuk membantu perekonomian keluarga.
Perubahan itu terjadi setelah kantor tempat Ayah -Kim Youngho- bekerja jatuh bangkrut dan belakangan hanya mendapat pekerjaan sebagai buruh pabrik biasa.
Taehyung lalu segera mandi, berganti pakaian bersih, kemudian pergi untuk bermain sepeda dengan teman-temannya sambil menunggu Bundanya pulang 1 jam kemudian untuk memasak makan malam sebelum kembali bekerja hingga malam.
Menghabiskan waktu di sore hari bersama teman-teman adalah hal paling menyenangkan bagi Taehyung sebelum ia harus kembali kesepian.
Pulang kerumah untuk makan malam, mengerjakan PR dan menonton TV hingga terlelap dalam keadaan merindukan Ayah, Bunda, dan Kakaknya.
Kakak sulungnya.
Entahlah, sejak Bunda tidak ada dirumah, Kakaknya itu seolah punya kehidupan sendiri diluar rumah.
Tidak tahu apa saja yang dilakukan, Tetapi si sulung Kim Seokjin yang duduk di bangku kelas 11, baru kembali pulang pada pukul 10.30 malam setiap hari. Tepat sebelum Ayah dan Bunda pulang pada pukul 11.00 malam.
Sering Taehyung dibuat khawatir karena kerap kali mendapati aroma alkohol atau aroma rokok yang menempel kuat di tubuh Kakaknya ketika pulang.
Inginnya Taehyung memberitahu kedua orangtuanya namun dia tetaplah seorang anak kecil yang masih ada rasa takut untuk buka mulut.
Setelah satu jam bermain sepeda, Taehyung pun pulang kerumah.
"Adek pulaang!" seru Taehyung.
Kali ini nadanya lebih optimis karena biasanya Bunda akan menjawab dari arah dapur.
Namun sepertinya hari ini berbeda.
"Adek, Jangan berisik! Langsung masuk kamar, tutup pintu!" bentak Bundanya dengan suara yang cukup keras.
Dan disana, diruang tamu, Taehyung melihat Bunda sedang duduk dihadapan seorang pria dan wanita yang tidak dia kenal.
Segera ia melangkah cepat masuk kamar sementara telinganya sempat menangkap percakapan Bunda dan tamunya.
"Saya butuh waktu untuk bicara sama suami saya. Tolong Bapak dan Ibu Jeon beri saya waktu. Jujur saya ga pernah menyangka kalau Seokjin berani berbuat sejauh itu..."
"Baik Bu Yejin, kami beri waktu 3 hari dan kita bicarakan lagi solusinya. Yang pasti pernikahan bukanlah solusi yang kami inginkan karena Jungmin ataupun Seokjin masih terlalu anak-anak untuk menikah" ujar tamu pria.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
