Tangan kanan Jungkook mengenggam erat tangan Seokjin dengan raut ketakutan ketika dr. Rami membuka penutup luka dilehernya untuk memeriksa luka Jungkook.
dr. Rami adalah dokter yang biasa menangani Jungkook ketika alerginya kambuh.
Setelah selesai memeriksa, dr Rami mengatakan ada reaksi alergi dari kulit Jungkook. Kemungkinan obat yang digunakan sebelumnya tergolong keras untuk kulitnya yang sensitif. Itulah pemicu demam Jungkook pagi ini.
"Kemarin waktu luka, kenapa Jungkook ngga dibawa kesini aja, Pak Seokjin?" tanya dr. Rami
"Kejadiannya disekolah dok, waktu itu Jungkook langsung diantar temennya ke rumah sakit langganan keluarganya. Waktu saya datang, dia sudah ditangani di UGD dan saya juga lupa bilang ke dokter yang kemarin kalo kulit Jungkook sensitif"
"Oh, Ya udah ga apa-apa. Nanti obatnya saya ganti ya"
"Baik dok"
Kemudian dr. Rami menoleh kearah Jungkook sambil tersenyum. "Adek, tahan bentar ya. Mau diobatin dulu lukanya"
Dan Jungkook pun semakin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Seokjin.
"Tadi katanya cuma periksa demam?" gerutu Jungkook lirih sambil menatap Seokjin.
"Iya tapi ternyata lukanya perlu diobatin. Bentar aja kok. Oke?" kata Seokjin sambil mengusap pipi Jungkook.
"Ngga mau..." ucap Jungkook yang wajahnya semakin tegang ketika melihat dr Rami mengambil alat-alat yang tampak seperti gunting, cepitan atau apapun itu. "Kakaak..."
"Merem aja, merem" kata Seokjin sambil menutup mata Jungkook dengan telapaknya.
Dan...
"HWAAAAA..."
Pecahlah tangis Jungkook ketika ia merasakan sakit yang tak tertahankan pada luka di lehernya saat dr. Rami dan satu perawat memulai pengobatan.
****
Jungkook ngambek total sesampainya dirumah.
Lukanya semakin ngilu, lehernya pun terasa berat sehingga dia jadi tidak bebas bergerak. Demamnya pun belum turun.
"Mau bobok di kamar Kakak!" seru Jungkook sambil menghentakkan kakinya dalam gendongan Seokjin ketika mereka baru saja hendak masuk ke kamar anak itu.
"Ngga usah teriak ya. Tambah sakit nanti lehernya" tegur Seokjin yang kini berbelok menuju kamarnya.
"Modus nih si bayi minta bobok dikamar Kak Seokjin. Pasti nanti ujungnya Kakak ga dibolehin berangkat kerja" celetuk Taehyung yang menghasilkan tatapan tajam Jungkook.
"Naik kereta jam berapa, Tae?" tanya Seokjin ketika melihat adiknya itu sudah rapi siap kembali ke Busan untuk aktivitas kuliahnya.
"Siang kok. Nyantai" jawab Taehyung.
Seokjin lalu membaringkan Jungkook di ranjang sebelum kemudian ia ikut berbaring disebelah anak itu sementara Taehyung duduk di pinggir ranjang.
"Haduh capeknyaa. Pulang pergi gendongin bayi gede" kata Seokjin sambil meregangkan otot badannya.
Puk.
Taehyung menepuk pantat Jungkook yang kini tidur meringkuk memeluk guling. "Udah ga usah modus. Bobok dikamarnya sendiri sana. Kak Seokjin harus ngantor"
"Ngga boleh!" jawab Jungkook sambil mencekal lengan bagian bawah Seokjin.
"Eh dek, Kamu pengen Kak Seokjin dipecat sama Papanya Eunwoo? Hari senin kok disuruh bolos" kata Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
