"Jangan-jangan... Kak Seokjin dulu pacaran sama Kak Jungmin ya? Sampai ngigau namanya semalem?"
Seokjin kembali melempar tatapannya kearah Taehyung yang justru wajahnya sedang memerah.
Benar. Justru Taehyung yang wajahnya tampak memerah dengan mata masih membelalak, hingga kemudian...
"Hahahaha!" Tawa Taehyung pun meledak begitu saja.
Disusul tawa cekikikan Seokjin yang membuat Jungkook mengerutkan alisnya keheranan.
"Kok pada ketawa sih??" tanya Jungkook.
"Duuh dek...Makanya jangan kebanyakan baca komik detektif. Akhirnya sok-sok an jadi detektif kan?" jawab Taehyung.
"Analisa dia tadi bagus lho, Tae. Pake dihubungin ke kata Bad Boy segala" timpal Seokjin yang membuat Jungkook mulai memerah wajahnya karena malu.
"Detektif Jungkook mau ajak Kakak main tebak-tebakan" imbuh Taehyung yang semakin membuat Jungkook kesal.
Anak itu lalu meronta minta turun dari gendongan Taehyung dan Taehyung pun menurunkannya.
Namun bukannya Jungkook pergi dari sana, ia kini berdiri di hadapan Seokjin dengan kepala menengadah menatap si sulung.
"Tapi emang bener kan tebakan aku? Kalau ga, ngapain Kakak pakai ngigau segala?" tanya Jungkook yang merasa tidak terima 'dipermalukan' 2 Kakaknya.
"Kalau jawabannya ngga bener, gimana?"
Bukan. Itu bukan Seokjin yang menjawab tapi Taehyung.
Jungkook kini menatap Taehyung yang sedang menarik pelan tangannya dan membawanya duduk di tepi ranjang.
"Anak kecil yang ditanyain masalah pacar-pacaran..." omel Taehyung tanpa melepaskan genggaman tangannya di lengan Jungkook sementara Seokjin hanya mengamati sambil tersenyum dan berkacak pinggang.
"Denger ya bayi..." lanjut Taehyung.
"Aku bukan bayi!" seru Jungkook kesal.
"Oke, oke. Denger ya adek yang bukan bayi..." koreksi Taehyung. "Kak Jungmin itu sahabatnya Kak Seokjin waktu SMA. Satu-satunya cewek yang pernah jadi pacarnya Kak Seokjin itu Kakak cantik si rambut panjang yang namanya Kak Irene. Inget ga Kak Irene?"
Jungkook mengangguk.
"Pasti inget, orang adek dulu sering dibeliin hadiah" lanjut Taehyung. "Terus tadi Kakak kenapa? Ngigau nama Kak Jungmin?"
Lagi. Jungkook mengangguk.
"Kak Seokjin semaleman demam kan. Adek sih masih mending baru tahu sekali ini. Dulu waktu kecelakaan mobil sama adek yang 2 tahun lalu itu, nama orang sekampung di igauin sama Kakak waktu baru sadar. Ada Sooyoung, Sandeul, Yoona, tetangga kita semua itu..." ujar Taehyung.
Kembali Seokjin tersenyum karena yang dikatakan Taehyung tentang dirinya selama masa yang keluarganya sebut halusinasi pasca sadar, itu memang benar.
Memanggil nama banyak sekali orang.
"Jadi kesimpulannya adek yang bukan bayi, setelah cedera kepala gara-gara kecelakaan itu yang bikin Kak Seokjin punya kebiasaan baru kalau lagi sakit. Ngigau" jelas Taehyung.
Tampak Jungkook mengerjapkan mata beningnya beberapa kali seraya otaknya mulai menangkap sinyal jika sepertinya dirinya sudah salah mengira atau terlalu berprasangka pada Kakak sulungnya.
Dan Jungkook pun kembali merasa malu.
"ASTAGAA... ADEK! INI UDAH HAMPIR SETENGAH TUJUH. KENAPA BELOM MANDI?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
