"Jawab, Jungkook. Ini luka apa?" tanya Taehyung masih dengan tatapan serius.
"Ng-ga tau..." jawabnya dengan bibir manyun.
"Lah kok bisa ga tau?? Ga usah bohong deh"
Dengan ragu Jungkook menggelengkan kepala.
Taehyung kemudian mengambil ponsel di saku belakang celananya.
"Mau telepon Kak Seokjin deh biar adek dibawa ke dokter" pancing Taehyung.
Siapapun tahu, Seokjin adalah orang yang paling Jungkook takuti di rumah.
"Ngapain ke dokter?" tanya Jungkook dengan mata membesar.
Taehyung berhenti mencari kontak Seokjin lalu menatap Jungkook.
"Kalo kulit tiba-tiba memar ga ada sebab itu bisa aja tanda penyakit berbahaya. Bisa karena radang atau pendarahan di pembuluh darah kecil"
Yang Taehyung katakan memang benar, tapi tujuannya hanya untuk menakut-nakuti Jungkook karena Taehyung yakin Jungkook sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kalo ga segera dibawa ke dokter lama-lama bisa parah, bisa sampe mimisan atau kencing darah tau ngga?" lanjut Taehyung.
Dengan cepat Jungkook merebut ponsel Taehyung. "Eh Kak, adek ga ada ya sakit yang aneh-aneh kayak gitu. Amit-amit!"
Taehyung langsung menahan senyumnya. 'Bagus, udah kepancing nih bocil..'
"Terus kalo gitu kenapa lengannya?" tanya Taehyung.
Jungkook lalu menaruh ponsel Taehyung di ranjang kemudian dua telapak kecilnya terulur dan menangkup kedua pipi Taehyung.
Sementara mata bulatnya yang indah menatap tajam mata Taehyung, Jungkook membisikkan kalimat ini...
"Kalo adek kasih tau, Taetae mau jaga rahasia ga?" Jungkook bahkan sampai lupa menyebut Taehyung 'Kakak'.
Dan untuk membuat Jungkook percaya, Taehyung memilih berlagak polos dengan menganggukkan kepalanya.
"Janji ga akan bilang Kak Seokjin, Ayah atau Bunda?" bisik Jungkook lagi masih dengan menangkup pipi Kakaknya.
Ingin rasanya Taehyung terbahak melihat wajah serius si bungsu.
Namun kembali Taehyung berlagak polos dan taat. "Iya, janji.."
Jungkook lalu memakai kembali kemeja seragamnya karena ia merasa kedinginan tidak memakai atasan, kemudian ia duduk di ranjang di samping Taehyung.
Dan mulailah ia bercerita...
"Jadi lengannya adek tadi tuh dicekal sama anak nakal di sekolah... "
"A-apa?"
"Iya, tiba-tiba aja dia berlagak sok gitu sama temen-temennya"
"Jadi bener gara-gara itu adek jadi pengen pindah sekolah?" bisik Taehyung balik.
"Iyaa..."
"APAAAA????"
Refleks Taehyung merespon dengan nada tinggi, dan tanpa diduga Bunda tiba-tiba muncul diambang pintu.
"Astaga Kim Taehyung.... Bunda bilang kan bantu adek ganti baju?? Itu kenapa adeknya masih pake seragam?? Mana ayam gorengnya udah mau mateng!"
Wajah Taehyung langsung panik saat Bunda masuk kamar lalu menjewer telinganya.
"Aaakh sakiiiit" ujar Taehyung sambil memegangi telinganya.
"Gantiin baju adeknya sekarang ngga? suruh mandi trus ajak makan! Ini udah mau jam 6, Tae. Udah mau malem, ngerti ga sih kamu tuh?? omel Bunda.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
FanfictionDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
