Badan Seokjin yang tadinya sudah lumayan pulih, kini seolah kembali panas dingin.
Bagaimana ia tidak terkejut ketika mendengar Jungkook mengatakan bahwa ia sempat mengigau tadi malam, terlebih lagi Seokjin ingat betul mimpi apa yang menghampirinya hingga membuat hatinya seharian ini terasa gundah.
"Iya, Kakak ngigau semalem..." kata Jungkook lagi.
"Ka-Kakak ngigau apa?"
Sejenak Jungkook terdiam untuk berpikir. Apakah tidak apa-apa jika ia mengatakan yang sebenarnya? Apakah hal itu tidak akan membuat Kakaknya malu?
Semakin Jungkook berpikir keras, semakin ia menggenggam erat ujung rompi seragam yang masih dikenakannya.
"Mm...Kakak kayak manggil nama seseorang gitu" jawab Jungkook.
Kembali mata Seokjin membelalak. "Na-nama? Siapa?"
"Jung - min..."
DEG.
Jantung Seokjin rasanya langsung melompat keluar dari dadanya dan jatuh ke tanah.
Ia tidak percaya jika nama itulah yang menjadi jawaban Jungkook.
Ia juga bahkan tidak percaya jika dirinya sampai mengigaukan nama seseorang yang memang hadir dalam mimpinya itu.
"Jungmin itu siapa? Temennya Kakak?" tanya Jungkook.
Untuk beberapa saat Seokjin hanya menatap mata bulat Jungkook, tidak tahu harus menjawab apa.
Bagaimanapun, cerita dibalik sosok bernama Jungmin bagi Seokjin adalah cerita yang meninggalkan luka terdalam di hidupnya sekaligus meninggalkan kebahagiaan terindah dan ia tidak mungkin menceritakannya pada Jungkook.
Setidaknya, Tidak untuk sekarang.
Sementara Jungkook melihat Kakaknya masih terdiam, ia mulai dilanda rasa khawatir apakah pertanyaannya membuat Kakaknya marah.
Seokjin yang melihat Jungkook mulai tampak sedikit takut, seketika memustuskan untuk menyembunyikan gelisahnya dan memilih untuk merespon dengan santai.
"Astagaa. Jungmin itu temen lamanya Kakak. Duh, kenapa bisa ngigau nama dia sih? Iish..bikin malu aja" jawab Seokjin.
"Temen lama?" tanya Jungkook.
Seokjin mengangguk.
"Temen waktu masih di Busan?"
"Ya iyalah. Dimana lagi emangnya" jawab Seokjin sambil memainkan pipi berisi Jungkook dengan mencubit-cubitnya pelan.
Tampak mata Jungkook mengerjap beberapa kali.
Seperti anak kecil yang rasa ingin tahunya sangat besar, Jungkook kembali mengajukan pertanyaan yang membuat Seokjin cukup kewalahan.
"Kak Jungmin perempuan kan?"
"Iya. Kenapa?" jawab Seokjin.
"Kok adek ga pernah tahu ya kalo Kakak punya temen namanya Kak Jungmin? Yang adek tahu temen Kakak itu, Kak Ken, Kak Yoongi, Kak Namjoon sama yang cewek itu, Kak Irene ya?"
"Mereka semua kan temen kuliahnya Kakak. Kalo Jungmin temen SMA. Jelas adek ga tahu, kan waktu itu adek masih bayi" jawab Seokjin.
"Ooh iya, ya. Kakak lulus SMA aja aku masih baru bisa jalan. Kayak difoto itu" jawab Jungkook sambil menunjuk sebuah foto yang tergantung di dinding dekat jendela.
Foto keluarga yang diambil saat musim semi di bulan Maret.
Bulan dimana Seokjin lulus SMA tahun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAYON ( Revisi )
Fiksi PenggemarDia dipanggil adik karena dia yang termuda dirumah. Kakak keduanya adalah teman yang siap untuk mengajaknya sedikit 'nakal' sementara Kakak sulungnya bagaikan sosok Ayah kedua baginya. Dia sederhana namun membawa banyak kisah bagaikan pensil krayon...
