24. Kegundahan Kakak

2.6K 279 91
                                        

Jungmin?

Siapa itu?

Jungkook belum pernah sekalipun mendengar nama itu.

Selama Jungkook tumbuh di Busan, selama itu juga ia berbagi kamar dan ranjang dengan Seokjin namun ini pertama kali dalam hidupnya ia melihat seorang Seokjin tidur dalam gelisah hingga mengigaukan sebuah nama.

Apa Kakaknya baru saja bertengkar dengan orang tersebut?

Atau apakah Kakaknya justru sedang merindukan orang tersebut?

Sementara banyak pertanyaan terlintas di kepalanya, Jungkook merasa suhu udara di kamarnya semakin membuatnya gerah.

Perlahan ia turun dari ranjang untuk menyalakan pendingin ruangan dan setelah itu, Jungkook kembali ke ranjang.

Seokjin tampak sama sekali tidak terusik dengan pergerakan Jungkook.

Pria itu masih tertidur dengan ujung alis berkerut sementara dahinya dipenuhi keringat.

Jungkook lalu mengambil tisu di nakas dan ia usap keringat di dahi Seokjin hingga bersih.

Setelah itu Jungkook kembali berbaring.

'Kakak kenapa?' batin Jungkook dengan menatap lekat Seokjin.

Entah bagaimana, tapi Jungkook bisa merasakan kegelisahan yang ditunjukkan Seokjin malam itu.

Jungkook berpikir mungkin karena sedari kecil ia paling dekat dengan Kakak sulungnya, sehingga ia merasa seperti memiliki ikatan batin yang istimewa dengannya.

Jungkook selalu bisa merasakan jika Seokjin sedang kecewa, sedih atau gundah meski tanpa si Kakak mengatakannya.

Kemudian Jungkook mulai mengusap pelan lengan Seokjin, mencoba membuatnya tenang.

Ajaib.

Sentuhan tangan Jungkook, pelan tapi pasti mampu membuat ujung alis Seokjin tidak lagi berkerut.

Disusul kemudian nafas pria itu yang sedikit demi sedikit mulai teratur.

"Hhmm..." gumam Seokjin saat bergerak sedikit untuk menyamankan posisi tidurnya.

Tidak lama kemudian Seokjin akhirnya tertidur dengan tenang.

Jungkook pun tersenyum lega.

Cup.

Ia lalu mengecup lembut dahi Seokjin.

"Tidur yang nyenyak, Kakakku sayang..." bisik Jungkook sebelum ia kembali memejamkan mata.

.

.

Suara alarm ponsel membangunkan Seokjin.

Ketika matanya terbuka ia baru tersadar jika bunyi alarm itu berasal dari ponsel Jungkook seraya dirinya juga tersadar ternyata ia tertidur di kamar Jungkook.

"Dek, bangun yuk. Aduh!"

Ketika Seokjin mencoba bangkit tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan berat.

Mencoba diam sejenak untuk meredam sakitnya kemudian setelah merasa sedikit lebih baik, Seokjin kembali membangunkan Jungkook.

Disibaknya selimut Jungkook lalu ia ambil plushie kelinci pink yang menutupi wajah Jungkook.

Terulas senyum di bibir Seokjin saat melihat mulut Jungkook yang terbuka ketika terlelap.

Seokjin lalu mengusap lembut kepala Jungkook. "Adek.. ayo bangun, nak.."

Tidak ada pergerakan.

Ia kemudian menepuk-nepuk pelan mulut Jungkook yang terbuka. "Oy, bangun..."

CRAYON ( Revisi )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang