Hari ini adalah hari Selasa,dimana kelas Husna akan melakukan penilaian untuk mata pelajaran olahraga, seperti yang si beritahukan oleh guru pengampu nya yaitu pak Teguh mereka akan melakukan praktek basket
Laki-laki melakukan pertama ya jangan diragukan lagi ya laki-laki mahir melakukan ini meskipun tidak semuanya tapi mereka mampu mendekatkan bola pada ring
"Ayo coba rebut"Rey kini sedang membantu Husna dan Naura untuk berlatih sebelum penilaian
"Monyet yang bener dong jangan di jauhin terus"amuk Naura"dah ah males gue mau pasrah aja"Naura pundung dan mendekat ke kerumunan siswi lainnya
"Si anjir malah ngamuk dasar Nyi Roro kidul"sebal Rey padahal dia baik ingin membantu tapi malah kena omel apaan banget kan
Husna lalu mulai memainkan bolanya "ini ketinggian gak sih Rey?"tanya Husna
"Nggak sih tapi mending agak turun biar gak loncat kemana-mana bolanya biar searah sama gerakan Lo"Rey mencontohkan apa yang dia maksud
Husna mulai bisa memperagakan apa yangg Rey instruksikan"ohh iya ya begini lebih gampang"
"Uihhhh bakat nih gue jadi guru olahraga keknya"Rey bangga sendiri dengan itu
Husna terkekeh mendengarnya"kamu harus belajar yang bener dong kalau mau jadi guru ini mah bolos terus"
Rey melotot mendengarnya"Astaga itu tuh khilaf ya na,gue sering masuk kok apalagi sekarang ada lo di kelasnya" Rey mengangkat sebelah alisnya dia.mencoba menggoda Husna
Husna melempar bola ditangannya mengarah ke perut Rey untung Rey nya tanggap dan menangkap ba itu tepat waktu, Husnanya langsung pergi
"YAK,heh tanggung jawab kalo kena bawah kan bahaya Husna"teriak Rey dia lalu menyusul Husna
Penilaian telah selesai,Husna bersyukur dari 3 kesempatan melempar bola dia bisa masuk dua kali dan saat pertandingan tim dia bisa menang,bukan karena dia jago tapi ada Diandra yang jago di tim nya wkwk
"Nilai gue bakalan jelek huaaaa gak suka olahraga"rengek Naura dia sedari tadi mendumel karena bolanya sangat melenceng jauh dari sasaran
saat hendak berganti pakaian,Husna di tarik oleh seseorang"eh eh eh"
Husna dibawa ke ruangan laboratorium IPA yang kosong
"Mario"Husna mengelus dadanya ia kaget tadi takut orang jahat atau hantu yang menariknya"capek?"Mario menghimpit Husna antara dirinya dengan tembok
"Nggak kok,kamu tau aku berhasil masukin dua bola tadi,terus tim aku juga menang pas tadi tanding"Husna bercerita dengan excited
Mario tersenyum kecil,dia terus menatap gadis di depannya ini dengan seksama,Husna sendiri merasa di perhatikan dia menatap balik Mario
"Kamu kok gak ngomong?gak mau ngasih selamat gitu ke aku?"Husna kembali berbicara
Mario masih dengan posisinya"yang" hanya kata itu yang keluar dari mulutnya
"hmm kenapa?"Husna agak merinding nada yang Mario ucapkan sangat rendah dan dalam, ia baru pertama kali mendengar Mario seperti ini
Mario mengangkat tangannya dan membelai pipi putih gadis di depannya menggunakan ibu jarinya
"Aku cemburu liat kamu sama Rey"Husna bingung"Rey?"
"Heem Rey,kamu tadi ketawa-tawa sama dia,maaf aku beneran gak bisa nahan rasa cemburu aku"Mario tetap setia memandangi Husna"maaf aku tau aku terlalu posesif na"lanjutnya
Husna tersenyum"gak papa,makasih kamu udah bilang,apa kamu liat aku terlalu dekat berlebihan dengan Rey?" tanya Husna balik
Mario menggeleng,jujur itu Mario juga tidak mengerti kenapa hal yang dilakukan Husna dan Rey tadi membuatnya sangat cemburu padahal itu hanya interaksi biasa dan mungkin Mario juga melakukannya dengan teman kelasnya tapi rasanya berbeda ia merasa marah melihat Husna tertawa dengan lelaki lain, ia makin merasa Husna hanya miliknya
Husna tersenyum"aku paham apa yang kamu rasain,Mario kita baru berhubungan dua bulan ini dan kita mulai lebih dekat,wajar kalau memang kamu merasa begitu,tapi bisa coba kamu kendalikan?aku gak keberatan tapi cepat atau lambat perasaan kamu disini mungkin akan cepat hilang"Husna menyentuh dada Mario
Mario menyatukan kedua kening mereka"ohh aku kayanya terlalu sayang sama kamu na"
Husna mendorong pelan bahu Mario ini terlalu dekat dia takut Mario kelepasan karena terbawa suasana
"terima kasih udah sayang sama aku, kamu bisa bilang semuanya sama aku biar kamu tenang""Ayo keluar,berduaan sama kamu buat jantung aku gak aman"ajak Mario perasaannya benar-benar membuncah sekarang,kenapa ini orang yang jadi pacarnya begitu sempurna dimatanya
Husna menahan lengan Mario yang hendak keluar dari pintu"udah baik-baik aja yakin?"
Mario menatapnya lagi lalu memeluk gadisnya dengan erat"sebentar aja please"Mario makin erat memeluk Husna selang lima detik Mario melepas pelukannya itu"sekarang aku udah baik-baik aja,minus perasaan aku aja yang tambah besar sama kamu"Mario lalu keluar duluan dari sana
Mario mengajak Husna ke kantin tapi Husna meminta agar Mario duluan saja karena Husna harus berganti dulu pakaian sebelum jam pelajaran selanjutnya mulai
Husna bersamaan dengan Naura menuju kantin, Fito tidak mau ikut karena tengah bermain game tadi
"gue pesenin kita makan di kelas aja ya penuh disini"pinta Naura
Husna mengiyakan,dia akan bilang pada Mario dulu,Husna sudah mendekati meja yang Mario dan teman-temannya tempati tapi tiba-tiba Anya datang dan fuduk begitu saja di samping Mario
"Kosong kan?gue gak kebagian tempat,ikut join ya"izin Anya
Mario menatap Husna yang tersenyum kearahnya dan mengisyaratkan tidak apa-apa dia akan makan di kelas saja,Husna lalu kembali ke area pedagang
Mario mendengus sebal pada Anya padahal dia sengaja menyisakan kursi untuk Husna
"Nya,please lah jangan kaya gini terus gue risih"Mario menyuarakan isi hatinya"Gue kan cuman mau temenan aja sama Lo,kita udah sekelas dari pas SMP emangnya gak boleh kalau gue pengen temenan sama Lo?"Anya berbicara dengan nada yang menunjukkan kesedihan
"Lo emang batangan pake pengen temenan sama kita-kita?"Arga menyauti ucapan Anya
Anya tidak menjawab dia malah sibuk dengan piringnya,Arga kalau tidak di tahan oleh Sandi mungkin dia sudah mencongkel mata perempuan ini
"Gak heran sih lo gak punya temen mana ada manusia yang mau temenan sama setan kek lu"ucapan dari Geri ini membuat Anya menatapnya tajam
"Gue punya temen kok,si Husna aja temen gue,kenapa tuh cewek boleh temenan sama kalian tapi gue gak boleh"emosi Anya mulai tersulut
Mario membanting sendoknya nafsu makannya sudah hilang sekarang "mau bacot-bacot aja jangan tereak-tereak bawa nama cewek gue njing,gue ataupun cewek gue gak ada urusan apapun sama lo,sabar gue ada betesnya karena lu cewek gue diemin" Mario lalu pergi dari sana
Rey,Sandi,Arga dan Geri lalu mengekor dari belakang sedangkan Anya dia ditinggal sendirian disana kalau kalian tanya dia sakit hati atau tidak jawabannya ya lumayan lah ya tapi ini bukan pertama kali Anya diperlakukan seperti ini oleh Mario jadi dia sudah biasa saja
"Makanya gak usah kebanyakan caper deh lu malu sendiri kan lagian jadi cewek murahan banget udah tau ditolak tetep aja gatel"seseorang berbicara sinis pada Anya
yah Anya adalah tipikal manusia yang benar-benar ibarat racun tidak heran jika banyak yang tidak menyukainya
"Bacot"Anya lalu mengambil piringnya dan ia juga ikut meninggalkan kantin karena semua orang sudah melihat kearahnya
