Husna tidak masuk sekolah hari berikutnya karena kakinya yang memar jadi dia susah berjalan, setelah di cek ternyata kebakarannya ada di bangunan bagian belakang sekolah yang sudah lama tidak di pakai dan ada air yang menetes pada aliran listrik yang masih tersambung jadilah api menyala untungnya hanya bagian ruangan itu saja yang terbakar karena material yang ada disana juga tidak banyak yang mudah menyulut api
Mario sepulang sekolah langsung ke rumah Husna, Haidar sendiri sedang ada tugas jadilah hanya ada Husna dan Bu Ai disana
"Assalamualaikum sayang"Mario masuk setelah dipersilahkan Bi ai, Husna juga ada di ruang tengah sedang menonton tv
Husna menoleh dan mendapati Mario tersenyum sumringah di hadapannya
"Wa'alaikumussalam,ayo sini duduk" ajak Husna"Ini aku bawain Thai tea sama dimsum,gimana kakinya udah mendingan?"tanya Mario
Husna mengangguk"udah,kemaren malem langsung di urut tadi pagi juga di periksa dokter kaki aku gak papa keseleo doang,makasih makanan sama minumannya"ucap Husna tulus
Mario berpindah tempat ke samping Husna dan membantu membuka bungkusan Thai teanya
"Kamu cuma beli satu?"tanya Husna dan diangguki oleh Mario"aku minta bi Ai buatin minum ya,mau minum apa?"tawar Husna gak enak juga kan kalau dia minum sendiri
Mario merebut minuman yang sudah Husna cicip itu lalu menyedotnya tanpa jijik"ini aja yang aku belinya yang large kalau kamu minum semua sendiri ntar Kembung"alibinya
Husna mengalihkan tatapannya sudah pasti karena wajahnya sudah semerah tomat sekarang"buat kamu aja"
"Kenapa?jijik bekas aku?"tanya Mario penasaran,wah gak bisa nih Husna mana baru minum dikit lagi kan kasian kalau karena Mario minum di tempat yang sama dia gak mau minum lagi Thai tea nya tau gini dia tadi gak main serobot
"Bukan ih,malu"cicit Husna
"Astaga lucu banget sih"kekeh Mario "liat sini dong yang, ayo minum lagi kalau beneran gak jijik"panggil Mario
Husna hendak merebut tapi buru-buru dijauhkan oleh Mario dan dia sendiri yang menyodorkan nya pada Husna, Husna menyedot kembali Thai tea itu dan giliran Mario yang salting
"Beleperan sayang pelan-pelan"Mario menyeka sisi bibir Husna dengan tangannya
"Gimana tadi sekolahnya?"tanya Husna mencari topik pembahasan
"Tadi pembelajaran gak terlalu efektif kok soalnya lagi ada pengawasan di gedung yang kemaren kebakar"jelas Mario
Husna meminta tolong Bi Ai untuk memindahkan dimsum nya kedalam piring"terima kasih Bi"Bi Ai pamit lagi ke dapur, Husna menyumpit dimsum itu dan menyodorkannya pada Mario"enak?"tanya Husna memastikan
"Enak sayang,udah kamu yang makan aku mau nge game gak papa?"tanya Mario dan diangguki oleh Husna
Selang beberapa menit Husna selesai dengan kegiatan makannya, dia juga ikut membuka handphone dan scroll Instagram"eh ini temen kamu ya?"
Mario belum menghiraukan Husna doa masih asyik bermain game
"Eh bukan deng tapi siapa ya, ohh ini yang .."Husna lalu beralih ke wathsApp dan menelpon Naura
"Assalamualaikum Nau""Wa'alaikumussalam, giamana kaki Lo na?"tanya Naura
"Kaki aku udah baik-baik aja Nau, oh iya Mau aku punya sesuatu buat di kasih tau ke kamu, kak Zidan follow aku Nau"heboh Husna
dan kini Mario langsung mematikan game nya,namun Husna sedang sibuk telponan dengan Naura, Mario panas dia merebut handphone Husna "maaf"ucap Mario lalu mematikan sambungan telpon dengan Naura itu
"eh,eh,eh kok di matiin?"kaget Husna
Mario menatap tajam Husna"kenapa ngobrolin cowok lain?"
"Hah?"Husna gak mudeng ini Mario kenapa tiba-tiba serius begini
"Boleh aku liat ig nya?"Mario harus tetap izin karena ya meskipun dia cemburu ini tetap privasi Husna
Husna mengangguk,meskipun aneh dengan sikap Mario dia iya-iya aja sekarang
"Kita belum saling follow?terus ini apaan dm-dm sama cowok,"protes Mario
"Aku gak tau ig kamu apa, itu tuh kelas 12 itu loh, Naura suka sama dia"jelas Husna
"Terus kenapa follow kamu?mana pake dm segala lagi"cerca Mario,
Mario membaca isi pesan dari Zidan itu"ck,padahal mukanya biasa aja""Dia ganteng loh"ungkap Husna menyela
"Apa?apa sekali lagi barusan?"Mario udah maju-maju ini"dijengukin malah puji-puji cowok laen padahal pacarnya sendiri di depannya,tau ah balik aja"Mario kepalang kesal pada Husna
"loh kok malah pergi sih,aku salah ya?"Husna heran Mario tiba-tiba pundung
"Pake nanya lagi"Mario mengenakan jaketnya dan bersiap untuk pulang
"hati-hati di jalan maaf kalau emang aku salah,maaf juga gak bisa nganter kedepan"sesal Husna meskipun masih bingung salahnya dimana tapi kalau Mario maunya marah ya dia juga hanya bisa meminta maaf
Mario menghela nafas,tapi ujungnya dia beneran pergi gak ngomong apa-apa lagi,emang agak kekanakan sih tapi Mario ingin agar Husna lebih peka terhadapnya,Mario paham ini kali pertama Husna menjalin hubungan tapi ya masa itu perempuan tidak mengerti kalau dia tengah cemburu,Mario pergi ke tempat biasa berkumpul dengan teman-temannya
"Anak sebelah ngajak maen futsal besok mau join?"tanya Sandi
"Gas aja dah lama gak men juga kita"
Geri menyetujuiArga dan Rey hanya mengangguk tanda mengiyakan ajakan itu sementara Mario hanya diam
"Nape muka lu kek gitu?kek lap meja belum di cuci tau gak,lecek banget" tanya Rey pada Mario
"Sialan lu, ini tuh gara-gara temen lu" amuk Mario pada Rey
"Lah?siapa?Husna maksudnya Lo?oh lagi berantem ceritanya nih hahaha" Rey malah menertawakan Mario
"Makanya jangan bucin-bicin kena batunya kan lu sekarang sampe ribut segala"Sandi ikut menceramahi Mario
"Diem lu pada asu banget punya temen"keluh Mario
Waktu berjalan dengan sangat cepat dengan mereka mengobrol dan main game disana dan tengah malam barulah Mario kembali ke rumah
sebelum tidur Mario mengecek handphone dan tidak ada pesan apapun dari Husna, kangen banget diatuh sebenernya cuman gengsi kalau ngehubungin duluan mana tadi pake acara ngambek segala lagi pas pulangnya, Mario juga sedikit cemas Husna ia tinggalkan dalam keadaan sakit
"ahh udah lah pusing tidur aja"Mario lantas memejamkan matanya
