Di tepi pantai, terdapat lelaki bertubuh besar tengah menggerutu dengan wajah memerah menahan emosi. Tangannya mengepal kuat.
"Ck! Mengapa kalian begitu bodoh?! Let them both run, kalian pikir tuan besar tidak akan marah? Fuck!"
Keempat lelaki yang menyaksikan itu hanya menundukkan kepalanya, tak berani menatap lelaki yang tengah dipenuhi oleh amarah itu.
"They're suspicious, bring them for me." Titah si badan besar, menatap keempat lelaki itu satu persatu.
Keempat lelaki itu mulai menjalankan tugas nya, sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan oleh si lelaki berbadan besar. Si ketua.
Seoul, Korea Selatan
Mobil hitam itu melaju, dan berhenti di parkiran khusus. Manusia-manusia di dalamnya keluar bersamaan. Song Joong Ki, Park dan Lee.
Ketiganya mulai berjalan memasuki gedung besar itu. Mereka yang awalnya memakai stelan jas, kini hanya menggunakan kemeja dan beberapa pakaian kasual lainnya. Terlihat santai dan tak mencurigakan.
"Kalian yakin jika yang kalian bawa adalah benda yang benar-benar dibutuhkan agassi?" Lee bertanya ketika mereka memasuki lift.
"Ofc, ini sama seperti ciri-ciri yang diberitahukan olehnya." Joong Ki menjawab dengan penuh kepercayaan pada dirinya.
Sedangkan Park hanya menggelengkan kepalanya. "Jangan terlalu yakin, Joon. Kita terburu-buru pada saat itu." Ucapnya.
Song Joong Ki menatap ke arah temannya. "Kau terlalu pesimis, sebab itulah agassi tidak menyukaimu."
Song Joong Ki yang berkata dengan wajah sombong itu terlihat amat sangat menyebalkan bagi si pemilik marga Park. Namun ia tak terlalu mengambil pusing, dan keluar dari lift begitu pintu terbuka. Meninggalkan Lee dan Joong Ki begitu saja.
"Lihatlah! Bahkan jabatanku tak ada harga dirinya ketika bersama mereka." Monolog Lee. Mengikuti Park dan Joong Ki setelahnya.
Lee Joon gi, lelaki berusia 40 tahun yang saat ini memiliki posisi sebagai ketua. Ia yang memerintah siapa saja yang pantas untuk menjalankan misi atau tugas yang diberikan oleh agassi mereka.
Seperti saat ini, Lee Joon gi memerintah Park dan Joong Ki untuk menerima perintah dari agassi mereka. Tapi sepertinya ia salah orang, kedua lelaki itu nampak tak takut dengan hukuman nya. Yah, tapi mereka memang selalu seperti itu.
Lee Joon gi mengetuk pintu ruangan agassi nya, sementara Joong Ki dan Park berdiri dibelakangnya, di sisi kanan dan kiri.
"Masukk!"
Joon gi membuka pintu begitu mendengar respon dari dalam sana. Memasuki ruangan itu dan berjalan ke arah agassi nya.
"Selamat siang, agassi!" Sapa Joon gi, membungkukkan badannya dan di susul oleh Park dan Joong Ki setelahnya.
"Bagaimana, uncle?"
Joon gi tersenyum begitu mendengar pertanyaan agassi nya. "Seperti yang kau minta, tentu saja." Katanya.
Joon gi memberikan sebuah box berwarna hitam, menyimpannya di meja kerja itu.
Si wanita yang menjadi agassi mereka adalah Jennie, tentu saja. Dia penerus perusahaan terbesar itu. Dan dia juga bebas memerintah para bodyguardnya, seperti yang selalu appa nya lakukan.
Lee Joon gi memundurkan langkahnya setelah selesai memberikan barang bawaannya.
"Terimakasih banyak, uncle Lee. Maaf sudah merepotkan kalian." Ucap Jennie dengan penuh kesopanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TARZAN [END]
Fanfiction[JENLISA] Lalisa, wanita cantik berusia 25 tahun yang tinggal seorang diri disebuah pulau kecil. Tidak memiliki teman, keluarga juga sahabat. Hidupnya dikelilingi oleh alam, tumbuhan dan hewan. Tak tahu dirinya putri dari siapa dan seperti apa ke...
![TARZAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/313853684-64-k532882.jpg)