Hyunjin baru keluar kamar saat malam hari setelah penolakan dari Yeji dirinya menjadi kurang semangat. Dia keluar untuk melaksanakan sholat magrib setelah itu dia pergi ke halaman samping dah duduk di gazebo di bawah pohon. Yeji memang sangat berarti bagi nya, selain karena Yeji adalah cinta pertama nya, Ayah Yeji juga menitipkan putrinya agar ia jaga tetapi malah ia yang membuatnya terluka. Tak lama setelah Hyunjin duduk terdapat suara mendekat. Padahal Hyunjin ingin sendiri dan bergalau ria. Sedangkan di kamar dirinya bosan, itu sebabnya Hyunjin jadi memilih duduk disini.
"Hyunjin lu magrib-magrib duduk di bawah pohon gak takut ama wewe." Haechan datang bersama Jeno dan duduk di depan Hyunjin.
"Iya lo wewe nya," sahut Hyunjin lemas.
"Lo ngapain dah ngetok kamar Yeji kayak orang nagih utang di marahin Seoyeon kan."
Tak berselang lama Soobin dan Sunwoo juga ikut bergabung. "Tumben pada rajin banget bawa buku," celetuk Soobin melihat Haechan dan Jeno membawa buku dan laptop.
"Gua mau ngapalin pasal stres gue gak apal-apal," keluh Haechan.
"Jangan di apal tapi di pahami," saran Soobin.
"Galau amat nyet gimana berhasil kagak?" pertanyaan Sunwoo tentu saja membuat yang lain nya bingung, menyadari hal itu Sunwoo langsung melanjutkan. "Dia abis ngajak balikan mantannya. Eh mantan lo sapa sih Nagyung ya," tebak Sunwoo asal membuat Ketiga manusia yang duduk bersama nya terkejut.
"Mantan lo anak rumah ini?" tanya Jeno yang mendapat anggukan Hyunjin.
"Kayak nya bukan Nagyung deh," sanggah Haechan ragu-ragu pasal nya dia hampir tahu semua mantan Nagyung dan Hyunjin bukan diantara nya.
"Lo dari mana bisa nebak Nagyung?"
"Lo ama Nagyung dari pertama ketemu udah pada sinis gue perhatiin, jadi ya gue kira dia."
Hyunjin menggeleng, "Nagyung sinis ama gue karena waktu itu gue pernah nabrak dia dan telor nya jatoh. Posisinya gue lagi ngejar copet waktu itu jadi gue gak sempet minta maaf eh ternyata malah ketemu disini."
"Terus mantan lo siapa?" Jeno bertanya lagi takut jika mantan nya adalah Karina. Cukup saingan dengan Soobin saja Hyunjin tak perlu ikut-ikutan.
"Yeji." singkat padat dan jelas Jawaban Hyunjin.
"Ooo terus gimana dari raut muka lo kayak nya si di tolak." tebak Haechan.
"Pertanyaan yang gak perlu di jawab Chan," ujar Soobin.
"Eh Bin gue penasaran tipe cewek lo gimana dah, diantara kita kan lo yang paling kalem." Jeno memiliki maksud dari pertanyaannya sebenarnya dia penasaran apakah Soobin menyukai Karina atau tidak.
"Gue gak punya tipe khusus si asal nyambung dan sefrekuensi aja. Eh tapi gue suka liat cewek yang rambutnya panjang."
Rambut panjang. Karina kan rambut panjang batin Jeno
"Anak rumah ada yang elo taksir gak Bin kan pada cantik tuh. Sekalian kalian semua bilang dong ada yang kalian suka gak cewek di rumah ini jadi biar kita bersaing secara sehat." Haechan pun ikut penasaran jadi sekalian saja ia pancing Soobin.
Soobin malah tertawa mendengar itu, "Anak rumah emang pada cantik si Chan, tapi lo tenang aja gue udah punya pacar kok."
Jeno dan Haechan kompak mengucap Alhamdulillah dan mereka bernafas lega huft saingan berat berkurang.
"Siapa dah yang lo incar Chan?" Sunwoo juga ikut penasaran.
"Karina." Jawab Haechan dan Jeno kompak. Padahal yang di tanya hanya Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruber 00l
FanfictionSekumpulan mahasiswa semester 4 yang udah nyaman dari maba belajar online dan mager mau cari kosan.Waktu maba mereka udah dapet kosan di sekitar kampus tapi berujung kuliah online akhirnya pulang ke rumah lagi. Dan ternyata di semester 5 ini perkuli...
