Simbiosis Mutualisme

493 41 10
                                        

Minggu pagi bukannya di sambut dengan damai Haechan, Jeno dan Sunwoo justru sudah membuat keributan dengan karaoke bersama. Awal nya Jeno hanya bernyanyi sendiri dengan musik yang mengalun dari spotify di ponsel nya tapi Haechan datang ikut bergabung membawa salon Sunwoo yang pagi ini sudah segar karena mandi pagi juga ikut bergabung. Mereka menyanyikan banyak lagu dari lagu kpop Twice sampe lagu yang viral akhir-akhir ini cikini. Pagi-pagi sudah gila karena musik yang mereka putar dengan mic secara bergilir mereka gunakan.

Seoyeon menyetrika baju di ruang tengah sudah tidak tahan lagi dengan suara cempreng mereka. Ini masih pagi tapi telinga nya sudah panas mendengar mereka bernyanyi sejak tadi. Awal nya ia diam tapi makin lama suara mereka makin mengganggu.

Tarik nafas hembuskan

Tarik nafas hembuskan

Seoyeon mencoba mengatur emosi nya tapi gagal apalagi suara di depan makin nyaring. Kini suara Haechan berpadu dengan suara Sunwoo menyanyikan lagu cikini dengan semangat. Dia tidak tahan lagi hingga akhirnya mencabut colokan setrika dan berjalan kedepan dengan emosi.

"Nyanyi teros ini rumah woy bukan tempat karaoke!" sindir Seoyeon di tengah pintu wajah nya sudah memerah kesal melihat mereka yang tidak mendengar nya Haechan tetap bernyanyi bahkan menyodorkan mik kepada nya.

"BERISIK HAECHANNN!" semua nya terdiam karena teriakan Seoyeon kini hanya suara musik yang terdengar. "Lo pada bisa gak sih gak usah kenceng
-kenceng kalok mau nyanyi. Hyunjin lagi sakit! ini juga masih pagi tolong dong mikir dikit aja!" omel nya emosi kemudian kembali masuk kedalam rumah.

Mereka bertiga saling memandang satu sama lain saling menyalahkan hingga akhirnya mereka langsung mematikan musik di salon dan bubar.

"Rasain di marahin Seoyeon kan mangkannya pagi-pagi tu jangan buat keributan," ejek Nagyung pada Jeno dan Haechan yang masih duduk di teras. Nagyung juga terganggu sebenarnya karena suara mereka benar-benar keras tapi dia tidak punya tenaga untuk menghentikan karena kelaparan jadi dia memilih diam di kamar menutup telinga nya dengan bantal.

"Kita itu cuman menyalurkan bakat menyanyi," kilah Haechan diangguki Jeno membuat Nagyung medecih kalau nyanyi nya bener mungkin menyalurkan bakat lah mereka bertiga tadi nyanyi udah kayak ngereog.

"Na udah siap?"

Nagyung mengangguk sebagai jawaban saat Soobin keluar rumah membawa kunci mobil.

"Mau kemana lo berdua?" tanya Jeno ingin tahu.

"Mau beli nasi urap Teh Cl sekalian mau belanja mingguan?" jawab Nagyung yang masih di teras menunggu Soobin mengeluarkan mobil.

"Gue ikut deh gue juga dah lama gak makan nasi urap," sahut Jeno kemudian masuk kedalam rumah berganti pakaian.

"Bin tunggu Jeno bentar ya!" Nagyung sedikit berteriak agar Soobin yang berada di garasi mendengar nya.

Jeno, Haechan, dan Nagyung kini sudah duduk manis di warung Teh Cl sedangkan Soobin berdiri antri bersama pembeli lain untuk memesan nasi urap.

Soobin ikut bergabung bersama mereka membawa satu nampan yang berisi 4 piring nasi urap lengkap dengan satu piring gorengan dan juga es teh manis lalu mendudukkan diri nya di samping Nagyung membuat Haechan yang duduk berhadapan dengan mereka sibuk berfikir.

"Kalian berdua akhir-akhir ini jadi makin lengket perasaan," celetuk Haechan membuat nya jadi pusat perhatian ketiga pasang mata di meja itu.

"Perasaan lo doang kali," elak Nagyung mulai bersiap makan. Sedangkan Soobin memilih diam tidak berkomentar.

"Gue juga setuju kalian berdua sekarang sering bareng awas lama-lama ada perasaan yang di pake?" ucap Jeno memperingati yah karena dua orang yang di jodohkan di hadapan nya ini sedari awal begitu yakin untuk tidak menggunakan perasaan di hubungan mereka yang di paksa.

Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang