Akhir dari Kita

453 47 7
                                        

Kegiatan Soobin tidak akan jauh-jauh dari kampus--rumah, rumah--kampus. Menjadi mahasiswa kedokteran sudah menyita banyak waktu nya untuk belajar, belajar dan belajar. Kegiatan Soobin di kampus selesai tepat pukul 4 sore dia langsung pulang dan menuju ke kamar nya untuk istirahat. Soobin merebahkan diri nya di atas tempat tidur tangan kanan nya menggenggam ponsel menantikan notifikasi khusus yang ia gunakan untuk kekasih nya.

Sudah satu bulan berlalu dan komunikasi mereka belum juga membaik. Soobin menunggu kabar dari Chaeyoung yang ia tanyakan tadi pagi. Soobin sangat merindukan Chaeyoung, biasanya mereka selalu melakukan panggilan vidio di malam hari untuk bercerita hal random yang terjadi di keseharian mereka, untuk mengobati rindu karena tidak bisa bertemu. Tapi sekarang jangan kan panggilan vidio untuk berbalas chat saja sulit.

Mata Soobin yang awal nya terpejam langsung terbuka saat mendengar notifikasi yang ia nantikan. Dia langsung membuka ponsel nya untuk melihat balasan dari Chaeyoung. Soobin langsung terduduk, manik mata nya membalalak sempurna saat melihat isi chat dari Chaeyoung jantung nya berdegup dengan kencang merasa cemas balasan ini di luar harapan nya.

Chae❤️

Selamat atas pertunangan nya ya Soobin dan aku mau kita putus.

Selamat atas pertunangan nya ya Soobin dan aku mau kita putus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kenapa Chaeyoung bisa tau," gumam Soobin.

Setelah mendapat kesadaran nya Soobin langsung mencoba menghubungi Chaeyoung dengan cara lain karena whatsapp nya langsung di blokir. Dia membuka aplikasi instagram hendak mengirim dm tapi instagram nya pun juga di blok. Soobin merasa frustasi saat semua akses nya di blokir oleh Chaeyoung. Soobin menyugar rambut nya kasar. Rasa lelah seharian ini langsung menguap di gantikan oleh rasa panik akan hubungan nya yang di ujung tanduk. Tidak ada cara lain Soobin langsung berdiri mengambil jaket, ponsel, dompet juga kunci mobil. Jika Chaeyoung tidak bisa di hubungi maka akan Soobin datangi dan menjelaskan semua nya secara langsung.

Sangking terburu-buru nya Soobin sampai menabrak Yeji saat hendak keluar kamar. "Maaf Ji gue buru-buru." Setelah mengatakan hal itu Soobin langsung pergi dengan sedikit berlari. Membuat anak ruber yang duduk di ruang tengah terheran.

"Bin lo mau kemana?" Heejin yang khawatir melihat Soobin langsung bergegas menyusul keluar.

"Soobin!" cegat Heejin mencekal tangan kanan Soobin.

Soobin langsung berbalik menatap Heejin. "Jin gue lagi buru-buru, tolong lepas."

"Lo mau kemana, lo keliatan panik gitu?" tanya Heejin khawatir kemudian melepas cekalannya.

"Gue mau kebandara udah ya gue pergi." Setelah itu Soobin langsung melesat masuk ke dalam mobil meninggalkan Heejin yang terus menatap nya dengan khawatir.

Soobin terus menekan klakson saat mobil di depan nya berjalan dengan sangat lambat. Letak bandara tidak terlalu jauh dari ruber seharusnya hanya membutuhkan waktu 30 menit tapi ini sudah hampir satu jam dan Soobin masih terjebak di kemacetan.

Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang