Hubungan Mereka

683 75 11
                                        

Hari minggu harus nya menjadi hari santai karena bebas dari tugas dan kesibukan kuliah. Hari minggu karina juga awal nya seperti itu hanya goleran di tempat tidur sambil nonton youtube Karina sesekali tertawa melihat tingkah kocak dari member nct iya dia sekarang lagi nonton the nct show episode one two punch liat member nct pada ngeluarin uneg-uneg buat member lain terus kalok mereka emosi mereka bisa memukul punch mitt. Yang pertama main adalah Jungwoo dan Doyoung. Jungwoo mengeluhkan sikap Doyoung yang selalu ingin menjadi pertama entah itu dalam urusan make up atau yang lain nya, Karina sampai sakit perut akibat tertawa melihat Jungwoo bercerita ekspresi nya itu loh astaga tapi tawa Karina langsung terhenti saat melihat notifikasi WhatsApp senyum nya langsung menghilang di ganti dengan kekesalan bagaimana tidak tugas kelompok yang harus nya sudah selesai malah belum di buat sama sekali.

Mereka mendapat tugas kelompok membuat makalah Karina sudah mengerjakan BAB I dan BAB II bahkan isi materi untuk makalah pun sudah Karina tandai dalam artikel yang ia cari pula, tapi teman-teman nya belum menyelesaikan nya.

Grup whatsapp nya malah ribut saling lempar untuk mengerjakan padahal mereka ada 10 orang dan hanya tinggal menyelesaikan BAB III dan IV, dengan jengkel Karina bangkit dari tempat tidur dan membuka laptop nya jika bukan karena nilai dirinya juga malas mengerjakan sendiri padahal harusnya ini tugas kelompok lihat saja nama mereka tidak akan Karina cantumkan.

Beruntung Karina sudah mencari artikel untuk makalah nya. Butuh waktu satu jam bagi Karina untuk menyelesaikan makalah yang ia buat wajah Karina seketika langsung panik saat melihat jam menunjukkan pukul 11.50 tinggal 10 menit lagi sebelum deadline pengumpulan sangking gugupnya Karina sampai tidak memperhatikan tombol keyboard yang ia tekan hingga tugas nya menghilang.

"Astaga plis jangan ilang," monolog Karina sambil membuka kembali Microsoft Word yang ia gunakan tadi dirinya ingin menangis saja jika sampai hasil kerja nya hilang salah nya juga tadi tidak disimpan di awal membuat dan wajah Karina benar-benar pias saat tugas nya tak tersimpan.

Karina sudah pasrah saja tidak mendapat nilai jika begini tapi kemudian dia teringat Soobin dulu pernah membantu Heejin dengan masalah serupa dengan cepat Karina langsung keluar kamar dan berjalan tergesa kekamar Soobin.

"Soobin," panggil Karina sambil mengetuk pintu kamar Soobin Karina panik sekali hal itu terlihat dari suara nya yang bergetar bahkan tangan nya sudah keringat dingin.

"Agak kenceng aja Kar biasanya Soobin jam segini tidur," saran Yeji yang duduk di ruang tengah. Mendengar itu Karina mengangguk dan mengetuk sekali lagi pintu kamar Soobin dengan sedikit keras hingga ada sahutan dari dalam barulah Karina bernafas lega.

Pintu kamar Soobin terbuka menampakkan Soobin dengan muka bantal nya. "Kenapa Kar?"

"Bin tugas gue kehapus belum gue simpen, dl nya 10 menit lagi." Karina ingin menangis saja rasanya jika Soobin tak bisa membantu nya. Melihat Karina yang sangat cemas membuat kantuk Soobin hilang seketika.

"Laptop lo mana?"

"Dikamar."

"Ya udah ayok ke kamar lo nanti gak keburu." Mereka berdua sedikit berlari untuk ke kamar Karina yang berada di bagian depan Yeji yang melihat itu ingin bertanya tapi tak sempat karena mereka sudah masuk ke kamar Karina.

"Bin lo bisa kan pliss bantu gue," ucap Karina saat Soobin mengambil alih laptop nya.

"Lo tenang aja tugas lo gak bakal telat," ujar Soobin menenangakan karena wajah Karina sudah pucat.

Karina yang berada di samping Soobin sedikit salah fokus saat melihat pemuda itu dari dekat. "Padahal bangun tidur."

Mungkin Karina akan terus melamun memandangi Soobin jika Soobin tak menegur nya dengan suara agak keras. Karina yang terkejut pun langsung tersadar, "Kenapa?" "astaga Karina bisa-bisaya lo mikir gitu saat genting"

Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang