Pacar Pura-pura

623 67 7
                                        

Keadaan rumah sudah kembali seperti semula Heejin dan Seoyeon sudah kembali memasak dan bergibah bersama. Jeno dan Nagyung juga sudah saling menjahili setidaknya mereka yang saling iseng lebih baik dari pada saling diam. Soobin sangat lega saat rumah sudah mulai hangat seperti dahulu hanya saja Karina masih menghindari nya tapi setidaknya nya Karina masih berbicara dengan nya itu lebih baik dari pada dahulu.

"Hyunjin entar gue nebeng," ujar Jeno saat Hyunjin baru keluar dari kamar.

"Tanpa lo ngomong juga gue udah apal Jen udah 2 minggu lo nebeng gue," balas Hyunjin membuat Jeno terkekeh. "Jaga-jaga lo lupa."

"Si Haechan juga bangsul sih sekarang tiap berangkat bareng Heejin mulu," gerutu Jeno.

"Namanya juga jadi pdkt Jen gak usah sirik lo."

"Motor lo emang kemana Jen udah lama gak keliatan?" tanya Soobin.

"Di jual motor gue," sahut Jeno santai kemudian memakan roti tawar yang sudah di olesi coklat.

"Lah kok bisa?"

"Ketauan balapan dia," timpal Hyunjin.

"Anjir pasti Haechan nih yang ember."

"Padahal motor lo udah ngabisin duit banyak itu buat modif," ucap Sunwoo prihatin.

"Ya mau gimana lagi." Jeno jadi melankolis kalau ingat motor kesayangan nya di jual. Salah nya juga sih ayah nya sudah memberi peringatan saat Jeno ketahuan balapan di awal tahun kemarin tapi dia tetep bandel ikut balap liar lagi berujung sekarang harus menerima konsekuensi nya.

"Motor Nagyung di jual juga?" tanya Sunwoo heran karena sejak pertama datang dia tidak pernah melihat motor dua bersaudara itu.

"Punya dia emang masuk bengkel kayak nya besok baru gue ambil," jawab Jeno kemudian beranjak mengambil tas kuliah nya karena Hyunjin sudah bersiap memakai sepatu.

"Berangkat sekarang yuk Jen kan ada kuis bu Taeyon." Hyunjin keluar lebih dulu di susul oleh Jeno baru sampai ruang tamu Jeno sudah kembali lagi membuat Soobin dan Sunwoo keheranan.

"Ada yang ketinggalan Jen?" Tanya Soobin.

"Woo lo beres kelas jam berapa?" tanya Jeno tergesa.

"Gue hari ini gak ada kelas mangkannya santai." Sunwoo lanjut menonton upin ipin.  Berpapun umur mu setinggi apapun pendidikan juga upin ipin tetep nomor satu.

"Nagyung selesai kelas jam 3 dia gak berani gojek, repot bener dah gak ada motor gini," ucap Jeno sedikit bingung anak rumah memang punya jadwal sendiri-sendiri Nagyung dan Sunwoo yang satu jurusan saja berbeda jadwal. Kalau pagi biasanya Nagyung bersama Yeji atau Sunwoo karena beberapa jadwal pagi mereka sama tapi masalah ada pada jadwal pulang nya.

"Nagyung biar sama gue aja entar pulang nya, gue cuman ada satu kelas nanti," balas Soobin membuat Jeno bernafas lega.

"Gue titip Nagyung ya Bin kalok gitu gue berangkat dulu Assalamualaikum."

***

Soobin

Gue di parkiran FIK lo pulang sama gue

Nagyung hanya membaca pesan dari Soobin tanpa membalasnya. Dia bergegas ke parkiran mencari mobil Soobin berada.

"Maaf ya lama tadi ada post tes dulu," Nagyung masih sibuk meletakkan kotak praktikum dan jas lab ke kursi belakang.

"Gue juga baru sampe kok," sahut Soobin kalem kemudian mulai menjalankan roda empat itu. "Eh Na lo buru-buru balik nggak gue mau mampir bentar."

"Gue nebeng lo jadi ya gue ngikut aja. Lo mau kemana?"

Ruber 00lTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang